19 Sekolah Kedinasan Masih Buka Pendaftaran untuk Lulusan SMA

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gedung STAN (Sekolah Tinggi Akuntansi Negara), Jakarta. Dok. TEMPO/ Rendra

    Gedung STAN (Sekolah Tinggi Akuntansi Negara), Jakarta. Dok. TEMPO/ Rendra

    TEMPO.CO, Jakarta -Badan Kepegawaian Negara membuka pendaftaran di 19 sekolah kedinasan bagi lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) tahun 2018. Pendaftaran dibuka sejak 9 April 2018 hingga 30 April mendatang.

    Dari 19 sekolah kedinasan tersebut, calon peserta hanya dapat memilih satu. "Calon eserta seleksi diberikan kesempatan melamar hanya di satu sekolah kedinasan pada satu periode pendaftaran," Bada Kepegawaian Negara melalui website resminya.

    Baca: 8 Sekolah Kedinasan Buka Pendaftaran untuk 13.677 Siswa

    Sekolah kedinasan tersebut berada dibawah delapan kementerian dan lembaga negara. Sebanyak 19 sekolah kedinasan yang membuka pendaftaran adalah Kementerian Keuangan (Politeknik Keuangan Negara), Kementerian Dalam Negeri (Institut Pemerintahan Dalam Negeri), Kementerian Hukum dan HAM (Politeknik Ilmu Pemasyarakatan; dan Politeknik Imigrasi) serta Badan Pusat Statistik (Sekolah Tinggi Ilmu Statistik). Selain itu Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (Sekolah Tingi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika), Badan Inteligen Negara (Sekolah Tinggi Intelijen Negara), Badan Siber dan Sandi Negara (Sekolah Tinggi Sandi Negara) terakhir adalah Kementerian Perhubungan (API Madiun; ATKP Medan; ATKP Makassar; PSP Semarang; PIP Makassar; PKTJ Tegal; Poltekpel Surabaya; Poltekpen Surabaya; STIP; STPI; dan STTD).

    Pendaftaran sekolah kedinasan dapat dilakukan secara online. Pendaftaran awal untuk akun calon peserta seleksi dilakukan melalui portal SSCN pada laman https://sscndikdin.bkn.go.id.

    Beberapa dokumen yang harus dipersiapkan saat registrasi online antara lain Nomor Induk Kependudukan (NIK), Nomor Kartu Keluarga, dan NIK kepala keluarga. Selain itu, calon pelamar juga harus meyiapkandata-data lain sesuai dengan syarat pendaftaran yang ditentukan oleh masing-masing sekolah kedinasan.

    Seleksi akan dilakukan secara nasional dengan menggunakan sistem CAT (Computer Assisted Test). Kemudian, tahap seleksi selanjutnya yang ditentukan oleh masing-masing instansi atau sekolah kedinasan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.