Kurs Rupiah Melemah Jadi 13.778 Akibat Pidato Pejabat The Fed

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas penukaran mata uang asing menghitung uang pecahan 100 dolar AS di lokasi penukaran uang di kawasan Kwitang, Jakarta, 28 Maret 2018. Kurs rupiah menyentuh posisi Rp13.745 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Rabu (28/3/2018). TEMPO/Tony Hartawan

    Petugas penukaran mata uang asing menghitung uang pecahan 100 dolar AS di lokasi penukaran uang di kawasan Kwitang, Jakarta, 28 Maret 2018. Kurs rupiah menyentuh posisi Rp13.745 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Rabu (28/3/2018). TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta -Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis pagi bergerak melemah delapan poin menjadi Rp13.778 dibanding posisi sebelumnya Rp13.770 per dolar AS. Analis Monex Investindo Futures Faisyal di Jakarta, Kamis mengatakan bahwa dolar AS cenderung terapresiasi terhadap sejumlah mata uang dunia setelah pidato salah satu pejabat The Fed menunjukkan optimisnya terhadap perekonomian Amerika Serikat.

    "Investor akan kembali menantikan pidato pejabat Fed selanjutnya untuk petunjuk kebijakan bank sentral Amerika Serikat lebih lanjut," kata Faisyal.

    Menurut dia, jika kajian atau outlook kenaikan suku bunga Bank Sentral AS atau The Fed cukup kuat dan kembali mendominasi maka potensi dolar AS melanjutkan apresiasi cukup terbuka.

    Simak: Rupiah Melemah, Darmin Minta Bank Indonesia Ambil Langkah

    Sementara itu, analis Binaartha Parama Sekuritas Muhammad Nafan Aji mengatakan bahwa pergerakan nilai tukar rupiah masih relatif stabil di tengah situasi makro ekonomi nasional yang kondusif. "Peringkat utang Indonesia naik, fiskal kita juga cukup terjaga, kondisi itu menunjukan terjaganya stabilitas ekonomi yang baik," kata Muhammad Nafan Aji.

    Ia menambahkan bahwa cadangan devisa Indonesia yang juga cukup besar turut memperkuat ketahanan ekonomi nasional terhadap potensi gejolak eksternal.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Studi Ungkap Kecepatan Penyebaran Virus Corona Baru Bernama B117

    Varian baru virus corona B117 diketahui 43-90 persen lebih menular daripada varian awal virus corona penyebab Covid-19.