Menteri BUMN Minta Mandalika Dijadikan Proyek Percontohan KEK

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pengunjung melintas di depan

    Sejumlah pengunjung melintas di depan "signage" Kuta Mandalika di pantai Kuta kawasan KEK Mandalika, Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, 30 Mei 2017. Nama KEK Mandalika sendiri diambil dari cerita legenda masyarakat Sasak di Lombok tentang kisah Putri Mandalika yang memilih mengorbankan dirinya ke laut agar tidak terjadi peperangan karena diperebutkan sejumlah pangeran yang hendak meminangnya. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Mataram - Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno meminta Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Mandalika dijadikan contoh bagi 10 KEK lainnya di Indonesia. Sebab, setelah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo di Pantai Senek Kuta Lombok Tengah, 20 Oktober 2017 ternyata mengalami perkembangan yang pesat.

    ''Saya hadir di sini, juga untuk meyakinkan investor bahwa pemerintah mendukung KEK Mandalika ini,'' katanya sewaktu hadir dalam acara ground breaking Paramount Lombok Resort & Residences, Rabu 18 April 2018 siang. Ini adalah hotel yang dibangun oleh EBD Paragon asal Amerika Serikat yang bekerjasama dengan PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PT PP) dan PT PP Property Tbk.

    Baca: Menko Perekonomian Darmin Nasution: Penerapan KEK Batam Bertahap

    Tidak hanya Mandalika yang dikembangkan, pemerintah juga melakukan pengembangan landas pacu Lombok International Airport menjadi 3.000 meter agar bisa didarati pesawat berbadan lebar. Juga dermaga di Gili Mas Lembar untuk melayani berlabuhnya kapal pesiar (cruise) yang memuat seribu orang penumpang.  

    Rini menjelaskan, Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) mengelola KEK Pariwisata Mandalika sebelum dimulainya pembangunan Paramount Lombok Resort & Residences yang investasinya Rp 1,2 triliun dari perusahaan filem terkenal asal Amerika Serikat Paramount. Resort ini menyediakan 525 kamar, telah mulai dibangun hotel berbintang berskala internasional Hotel Pullman dan Hotel Royal Tulip.

    Hotel Pullman berkapasitas 270 kamar telah mulai dibangun pada Oktober 2017 dan Hotel Royal Tulip berkapasitas 198 kamar telah dilakukan groundbreaking pada 26 Maret 2018. Selanjutnya, akan dilakukan pembangunan Hotel X2 yang direncanakan berkapasitas 240 kamar, Hotel Grand Mercure berkapasitas 342 kamar, Aloft by Marriot berkapasitas 173 kamar dan sejumlah hotel lain.

    Direktur Utama ITDC Abdulbar M. Mansoer mengatakan bahwa ITDC melakukan secara selektif menerima calon investor. ''Dalam waktu yang tidak terlalu lama akan menyusul investor yang lain,'' ujarnya.

    Secara keseluruhan, ITDC hingga saat ini telah berhasil mengantongi komitmen investasi senilai total Rp 13,5 triliun dalam rangka pengembangan The Mandalika. Selain investasi hotel dan resort, ITDC juga telah meraih komitmen Vinci Grand Project, BUMN asal Perancis, untuk mengembangkan Mandalika Street Race Circuit Cluster. Proyek cluster seluas 120 hektare tersebut akan melengkapi akomodasi berkelas internasional di The Mandalika.

    Sementara dari sisi penyerapan tenaga kerja, KEK secara bertahap diperkirakan dalam lima tahun ke depan, Mandalika akan mampu menyerap hampir 5.000 orang tenaga kerja. Dalam jangka panjang, diproyeksikan pengembangan The Mandalika dapat menarik tenaga kerja mencapai 56 ribu orang hingga tahun 2030.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.