WIKA Pastikan Proyek Tol Manado-Bitung Rampung Sesuai Target

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tol Manado Bitung. youtube.com

    Tol Manado Bitung. youtube.com

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Wijaya Karya Tbk. (WIKA) selaku pelaksana atau kontraktor proyek jalan Tol Manado-Bitung memastikan pengerjaan proyek tersebut akan selesai tepat waktu.

    "Insiden yang terjadi hari ini (Selasa, 17 April 2018), dipastikan tidak akan mengganggu target waktu proyek tersebut," kata Sekretaris Perusahaan PT Wijaya Karya Tbk. Puspita Anggraeni melalui rilis, Selasa, 17 April 2018.

    Baca juga: Ini Profil Proyek Jalan Tol Manado-Bitung yang Roboh

    Puspita mengatakan pihaknya akan berupaya agar proyek jalan Tol Manado-Bitung terus berjalan, tapi tetap bertanggung jawab penuh akan kejadian kecelakaan pekerjaan proyek tersebut.

    Perseroan berkomitmen untuk memulihkan dan mengamankan lokasi serta menyelesaikan pekerjaan Jalan Tol Manado-Bitung dengan memperhatikan aspek safety, quality, dan time delivery.

    "Kami memprioritaskan untuk berkontribusi pada percepatan pembangunan infrastruktur di Indonesia serta memastikan insiden ini tidak mempengaruhi target waktu penyelesaian Proyek Jalan Tol Manado-Bitung," katanya.

    Baca juga: Pengguna Tol Manado-Bitung Akan Dikenakan Tarif Rp 900 per Km

    Konstruksi yang runtuh adalah overpass akses Jalan Tumaluntung yang melintas di atas lokasi rencana Jalan Tol Manado-Bitung (underpass) dan bukan konstruksi Jalan Tol Manado Bitung belum terbangun.

    WIKA bersama Basarnas, Brimob, dan Kodim setempat bekerja sama dalam penanganan evakuasi 21 korban yang bekerja di lokasi.

    Jalan Tol Manado-Bitung ditargetkan beroperasi pada awal 2019 dan para penggunanya akan dikenakan tarif Rp 900 per kilometer. Jalan tol ini diperkirakan dibangun sepanjang 39,9 kilometer dan dibagi dalam dua seksi, yaitu seksi IA-IB serta seksi IIA-IIB.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.