Jasa Marga Targetkan Jalan Tol Batang-Semarang Rampung September

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja menyelesaikan proyek pembangunan jalan tol Batang-Semarang saat kunjungan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimoeljono, Jawa Tengah, 11 Juni 2017. TEMPO/Arkhelaus Wisnu

    Pekerja menyelesaikan proyek pembangunan jalan tol Batang-Semarang saat kunjungan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimoeljono, Jawa Tengah, 11 Juni 2017. TEMPO/Arkhelaus Wisnu

    TEMPO.CO, Jakarta - Proyek pembangunan Jalan Tol Batang-Semarang sepanjang 75 kilometer diproyeksikan akan rampung pada September 2018.

    Direktur Utama PT Jasamarga Semarang Batang Arie Irianto menuturkan saat ini progres pembebasan lahan untuk proyek jalan tol tersebut telah mencapai 98,17 persen dari total lahan yang dibutuhkan, yakni sekitar 650 hektare.

    Baca juga: Lebaran 2018, Jalan Tol Batang-Semarang Difungsikan Satu Jalur

    Adapun progres konstruksi mencapai 75,4 persen dengan nilai konstruksi Rp 11,04 triliun. "Target kami selesai pada 25 September mendatang. Ini dibangun selama 26 bulan," ujar Arie pada Selasa, 17 April 2018.

    Progres konstruksi tiap seksi di ruas Jalan Tol Batang-Semarang adalah Seksi 1 Batang-Tulis (3,20 kilometer) dengan progres konstruksi 89,10 persen; Seksi 2 Tulis-Weleri (36,35 kilometer) dengan progres konstruksi 69,10 persen; Seksi 3 Weleri-Kendal (11,05 kilometer) progres konstruksi 78,70 persen; Seksi 4 Kendal-Kaliwungu (13,50 kilometer) progres konstruksi 75,70 persen; dan Seksi 5 Kaliwungu-Krapyak (10,10 kilometer) dengan progres konstruksi 88,60 persen.

    PT Jasamarga Semarang Batang merupakan perusahaan konsorsium PT Jasa Marga Tbk dengan PT Waskita Toll Road. PT Jasa Marga Tbk memiliki saham mayoritas sebesar 60 persen, dan PT Waskita Toll Road sebesar 40 persen.

    Baca juga: Tol Semarang-Batang,Bank Mandiri Kucurkan Kredit Rp 2,5 Triliun

    Sebelumnya, perusahaan PT Jasamarga Semarang Batang memperoleh pembiayaan kredit sindikasi senilai Rp 7,73 triliun untuk membiayai pembangunan proyek jalan tol tersebut.

    Kredit sindikasi diberikan oleh Bank Mandiri, Bank BCA, dan Bank CIMB Niaga sebagai joint mandated lead arranger and book runner dengan kreditor dari PT Sarana Multi Infrastruktur, Bank KEB Hana, Panin Bank, dan Bank Jateng.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.