Menkumham kepada CPNS: Jadilah Pegawai yang Membanggakan

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon pegawai negeri sipil (CPNS) memainkan angklung seusai mendengarkan kuliah umum Presiden Joko Widodo di Istora Senayan, Jakarta, 27 Maret 2018. ANTARA

    Calon pegawai negeri sipil (CPNS) memainkan angklung seusai mendengarkan kuliah umum Presiden Joko Widodo di Istora Senayan, Jakarta, 27 Maret 2018. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Hukum dan Hak Azasi Manusia (Menkumham) Yasonna H. Laoly meminta para calon pegawai negeri sipil (CPNS) dalam jajarannya untuk menjadi birokrat yang membanggakan.

    "Apalagi saudara diterima melalui seleksi ketat dan bersih. Jadilah pegawai yang membanggakan karena saudara diterima berdasarkan kemampuan," kata Menteri Yasonna saat pembekalan dasar bagi CPNS jajaran Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM di Palembang, Sumatera Selatan, Rabu, 18 April 2018.

    Baca juga: Banyak PNS Pensiun, Pemerintah Kota Sukabumi Kekurangan 1.300 ASN

    Lebih lanjut dia mengatakan, bila perlu dalam pelayanan pada masyarakat harus jemput bola sehingga citra PNS dalam jajarannya semakin berwibawa.

    Dalam kesempatan itu, Menteri Yasonna juga meminta agar pegawai dapat mengelola emosi dalam pelayanan. "Hal ini karena pelayanan Anda langsung terhadap masyarakat sehingga emosi harus dikelola secara baik. Jadi jangan sampai ada masyarakat kecewa karena pelayanan tidak baik," ujarnya.

    Pembekalan dasar, menurut Menteri Yasonna, perlu ditanamkan sehingga birokrasi dalam jajarannya semakin berwibawa. "Apalagi Kementerian Hukum dan HAM dijadikan model dalam menerimaan CPNS ini," ucapnya.

    Dalam kesempatan itu, para CPNS mengucapkan janji dan akan memberikan pelayanan maksimal dan tidak terlibat korupsi.

    Sebelumnya, Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin mengatakan CPNS jajaran Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM membanggakan karena diterima melalui seleksi yang bersih.

    "Oleh karena itu, bekerjalah secara maksimal, terutama dalam melayani masyarakat," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.