Sabtu, 21 Juli 2018

Jembatan Widang Ambruk, Menhub Segera Lakukan Identifikasi

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga mengerumuni lokasi jembatan Widang yang runtuh, Tuban, Jawa Timur, 17 April 2018. Jembatan ini menjadi penghubung antara Surabaya - Semarang lewat pantai utara. ANTARA/Aguk Sudarmojo

    Warga mengerumuni lokasi jembatan Widang yang runtuh, Tuban, Jawa Timur, 17 April 2018. Jembatan ini menjadi penghubung antara Surabaya - Semarang lewat pantai utara. ANTARA/Aguk Sudarmojo

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan akan segera mengidentifikasi penyebab jembatan Widang ambruk. Jembatan kembar yang menghubungkan Kabupaten Tuban dengan Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, dan melintasi Sungai Bengawan Solo itu ambruk pada Selasa, 17 April 2018, sekitar pukul 11.05.

    "Bagi Kementerian Perhubungan, memang akan melakukan identifikasi berkaitan dengan ambruknya jembatan itu, bagaimana itu bisa terjadi," kata Budi di Kompleks Bandar Udara Kertajati, Majalengka, Jawa Barat, Selasa, 17 April 2018.

    Baca juga: Jembatan Widang Ambruk, Polisi Pastikan Hanya 1 Orang Meninggal 

    Setelah kejadian itu, pihaknya segera merancang rekayasa lalu lintas untuk memberikan alternatif jalan bagi masyarakat. "Jadi kami akan membuat suatu rekayasa lalu lintas untuk memberikan alternatif jalan bagi aktivitas di sana," tuturnya.

    Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), dalam hal ini Komite Keselamatan Konstruksi, untuk mekanisme lanjutan. "Sedangkan berkaitan dengan bagaimana selanjutnya jembatan itu, tentunya mekanisme di PU (Kementerian PUPR), itu ada Komite Keselamatan Konstruksi," ujarnya.

    Terkait dengan kemungkinan hambatan bagi arus mudik, Budi mengatakan akan segera memetakan dan mengevaluasi persoalan itu sesegera mungkin. "Arus mudik akan kita mapping, akan kita evaluasi, kita akan memberikan suatu solusi lewat mana para pengguna lalu lintas," katanya.

    Baca juga: Jembatan Widang Ambruk: Alternatif Jalur Tengah Lancar, tapi...

    Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pembangunan Jalan Bina Marga Kementerian PUPR A. Ghani Ghazali Akman mengatakan runtuhnya jembatan tersebut disebabkan usia jembatan sudah lebih dari 30 tahun.

    "Jadi memang yang terjadi itu adalah runtuhnya jembatan karena kalender jembatan itu yang sudah cukup lama. Dari dulu memang sudah ada jembatan itu dan diduplikasi oleh jembatan rangka. Rangkanya sekarang masih berdiri, tidak jatuh," tuturnya.

    Ia mengatakan, pada dasarnya, jembatan Widang-Babat memang sudah diprogramkan untuk diganti bersamaan dengan jembatan serupa di jalur Pantura, dari Jawa Barat sampai Jawa Timur. "Nanti akan segera diperbaiki," ucapnya.

    Kejadian yang membuat jembatan Widang ambruk itu mengakibatkan 1 unit truk bermuatan limbah smelter, 2 unit truk tronton bermuatan pasir, dan 1 sepeda motor tercebur ke Sungai Bengawan Solo. Kejadian tersebut juga menelan korban jiwa, yang tak lain adalah sopir truk.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bulan Juli Ada Hari Es Krim Nasional di Amerika Serikat

    Tanggal 15 Juli adalah Hari Es Krim Nasional di Amerika Serikat. Ronald Reagan menetapkan bulan Juli sebagai hari minuman yang disukai tua muda itu.