Kemendag Targetkan Harga Beras di Bawah HET sebelum Ramadan

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita melakukan tinjauan operasi pasar beras di Pasar Induk Cipinang, Jakarta, 10 Oktober 2017. Pemerintah mematok harga eceran tertinggi dari operasi pasar beras medium sebesar Rp 8.100 per kilogram. Tempo/Ilham Fikri

    Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita melakukan tinjauan operasi pasar beras di Pasar Induk Cipinang, Jakarta, 10 Oktober 2017. Pemerintah mematok harga eceran tertinggi dari operasi pasar beras medium sebesar Rp 8.100 per kilogram. Tempo/Ilham Fikri

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menargetkan sebelum memasuki bulan Ramadan harga beras jenis medium bisa di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).

    "Kita sebelum Ramadan (harga beras) harus di bawah HET," ujar Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan Bachrul Chairi di Hotel Amarossa Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa, 17 April 2018.

    Baca juga: Jelang Ramadan, Kemenko Perekonomian Rapat Soal Beras

    Bachrul mengatakan saat ini harga beras medium di pasaran masih di atas HET yang ditetapkan pemerintah, yakni sebesar Rp 9.450 per kilogram untuk pulau Sumatera Selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalimantan, hingga Sulawesi.

    Sedangkan untuk kawasan Sumatera lainnya selain Sumatera Selatan, menjual beras dengan ketentuan HET sebesar Rp 9.550 per kilogram. Lalu, untuk kawasan Maluku dan Papua, beras dijual sesuai dengan HET di angka Rp 10.250 per kilogram.

    Apabila harga beras masih di atas HET, kata Bachrul, maka pemerintah daerah dapat berkoordinasi dengan Bulog setempat untuk mengisi pasar-pasar rakyat dengan stok yang tersedia. Di sisi lain, pihaknya juga akan terus memantau harga beras. Apabila terjadi lonjakan harga, pemerintah siap menggelontorkan stok yang ada.

    Ia juga menjamin ketersediaan stok beras hingga bulan Ramadan tersedia, baik di pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. "Beras stabil karena stok sudah ada dan panen raya. Dari sini perlu koordinasi untuk menurunkannya atau penetrasi logistik penyalurannya agar berjalan baik," kata dia.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?