Mudik 2018, Menhub: Bandara Kertajati Bisa Digunakan

Reporter:
Editor:

Martha Warta

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivitas pengerjaan proyek pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kertajati, Majalengka, Jawa Barat, 2 April 2018. Tempo/Tony Hartawan

    Aktivitas pengerjaan proyek pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kertajati, Majalengka, Jawa Barat, 2 April 2018. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Majalengka -Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi memastikan akan melakukan "soft opening" Bandara Kertajati di Majalengka, Jawa Barat, pada Mei 2018 sehingga dapat digunakan untuk jalur mudik 2018.

    "Pada Mei ini kita akan melakukan 'soft opening' dan kita berniat mengundang Bapak Presiden pada saat 'grand openin'g menjelang mudik Lebaran. Mungkin sekitar tanggal 10 karena pada tanggal-tanggal itu kita harapkan mulai ada arus mudik," kata Mehub Budi Karya Sumadi di Kompleks Bandara Kertajati, Majalengka, Selasa, 17 April 2018

    Baca: PT Inalum Ajak Masyarakat Mudik 2018 Bareng BUMN, Begini Caranya

    Dari bandara tersebut, kata dia, direncanakan akan dioperasikan rute menuju ke lima hingga enam kota yakni Surabaya, Denpasar, Ujung Pandang, Banjarmasin, Balikpapan, dan Medan.

    Ia mengatakan, bandara tersebut diharapkan dapat digunakan sebagai jalur transportasi mudik lebaran. "Kalau kapasitas penuh ini bisa sampai 5 juta penumpang tapi mungkin tahap awal belum demikian. Direncanakan paling tidak satu hari 10-20 flight," katanya.

    Sedangkan jenis pesawat yang bisa diterbangkan dari bandara yang terbentang di luasan lahan 1.800 ha itu masih berjenis "narrow body" atau pesawat lorong tunggal."Narrow body itu kira-kira 200 penumpanglah," ujarnya.

    Ia menambahkan, Bandara Kertajati adalah satu bandara yang dibangun dengan kerja sama antara Pemda, BUMD, lalu bekerja sama dengan swasta dengan BUMN. "Satu hal yang paling menarik dari Bandara Kertajati adalah berkaitan dengan bandara ini merupakan bandara yang paling besar setelah Soekarno-Hatta dan dia akan menampung atau melayani kurang lebih 20 juta penduduk. Jadi suatu jumlah yang besar," tuturnya.

    Pihaknya mengapresiasi inisiatif Pemda dan BUMD sebagai proyek greenfield ini adalah suatu proyek hasil kolaborasi banyak pihak. "Nah format ini, bisa dipakai di tempat-tempat lain bahwasannya satu pengembangan infrastruktur bisa melibatkan tidak saja mengandalkan BUMN atau APBN tetapi dengan dana-dana swasta," ucapnya.

    Baca berita tentang Mudik 2018 di Tempo.co.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.