Rabu, 25 April 2018

Garuda Indonesia Manado-Denpasar Masih Dibekukan hingga Oktober

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat Garuda Indonesia tinggal landas di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, (11/2). ANTARA/Ismar Patrizki

    Pesawat Garuda Indonesia tinggal landas di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, (11/2). ANTARA/Ismar Patrizki

    TEMPO.CO, Jakarta - Maskapai Garuda Indonesia memperpanjang masa pembekuan sementara rute penerbangan langsung Manado-Denpasar.

    General Manager Garuda Indonesia Branch Office Manado Donald Jerry Rieuwpassa mengatakan pembekuan yang awalnya dilakukan hingga akhir April 2018, diperpanjang menjadi akhir Oktober tahun ini. “Iya sementara tidak beroperasi sampai dengan Oktober,” ujarnya, Senin, 16 April 2018.

    Baca juga: Mudik 2018 dan Libur Sekolah, Garuda Indonesia Tambah Kapasitas

    Donald mengaku, pertimbangan utama yang membuat pihaknya mengambil langkah ini adalah terkait masalah operasional penerbangan. Padahal, sebelumnya dia mengaku pembekuan sementara sudah direncanakan sejak awal.

    Donald sebelumnya pernah memaparkan, tingkat keterisian penumpang Garuda Indonesia rute langsung Manado-Denpasar rata-rata hanya 65 persen sejak dibuka pada 2015. Pihaknya berharap persentase itu naik hingga 70 persen agar menutupi semua biaya.

    Dengan dibekukannya rute langsung itu, Garuda Indonesia melakukan pengalihan penerbangan transit ke Makassar dan Jakarta. Hampir semua penumpang yang sudah membeli tiket penerbangan Manado-Denpasar, sambung Donald, sudah diakomodasi. “Hampir semua penumpang sudah kita akomodir di flight lainnya,” ucapnya.

    Pada akhir bulan lalu, Garuda Indonesia menggelar Travel Fair (GATF 2018) di Manado. Dalam gelaran itu, rute Manado-Denpasar turut ditawarkan ke masyarakat. Namun, Donald tidak merinci lebih lanjut jumlah pemesanan tiket penerbangan rute tersebut.

    BISNIS


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    10 Insiden Terparah Sebelum Tumpahan Minyak di Balikpapan 2018

    Berikut 10 insiden terparah sebelum 1,26 juta galon tumpahan minyak mencemari perairan Sepinggan hingga Margo Mulyo, Balikpapan pada 31 Maret 2018.