Bandara Soekarno-Hatta Segera Revitalisasi Terminal 1 dan 2

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana di stasiun Skytrain Terminal 2 seusai resmi dibuka pengoperasiannya di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, 17 September 2017. Twitter.com/Cgk_ap2

    Suasana di stasiun Skytrain Terminal 2 seusai resmi dibuka pengoperasiannya di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, 17 September 2017. Twitter.com/Cgk_ap2

    TEMPO.CO, Jakarta - Bandara Soekarno-Hatta akan membangun terminal 4 dan merevitalisasi atau memaksimalkan fungsi terminal 1 dan 2. Diperkirakan setelah proyek pembangunan dan revitalisasi itu terlaksana, total daya angkut penumpang pesawat akan mencapai 86 juta per tahun.

    Direktur PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan terminal 1C akan menjadi yang pertama untuk dimaksimalkan fungsinya yang ditargetkan sudah ditentukan pemenang tendernya sebelum Lebaran 2018.

    Baca juga: Kapasitas Parkir Motor Bandara Soekarno-Hatta Ditambah 4000 Unit

    “Setelah 1C selesai, dia (revitalisasi) pindah ke terminal 1B. Baru setelah itu ke 1A,” katanya di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Minggu, 15 April 2018.

    Awaluddin menambahkan, terminal 2F juga akan dicarikan pemenang tender proyek revitalisasi pada tahun ini. Pembangunan semuanya ditargetkan selesai dalam waktu dua setengah tahun.

    Pengerjaan bisa dilakukan lebih cepat jika bandara tersibuk di Indonesia ini berhenti beroperasi di terminal yang akan dibangun. Akan tetapi, jelas Awaluddin, hal tersebut tidak akan terjadi.

    Saat ini, kapasitas angkut penumpang di terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta adalah 25 juta per tahun. Sementara itu, di terminal 1 kini hanya bisa membawa 9 juta penumpang setahun, begitu pula terminal 2. Setelah keduanya direvitalisasi, daya angkut akan meningkat 100 persen menjadi 18 juta per tahun.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.