Garuda Mau Damai,Ini Kata Pengacara Penumpang Tersiram Air Panas

Reporter:
Editor:

Martha Warta

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • B.R.A. Koosmariam Djatikusumo, 69  tahun, seorang penumpang pesawat Garuda yang menggugat karena tersiram air panas, didampingi pengacaranya David Tobing, saat bertemu awak media di kantor Adams & Co Consulting, Jakarta, 13 April 2018. TEMPO/Dewi Nurita

    B.R.A. Koosmariam Djatikusumo, 69 tahun, seorang penumpang pesawat Garuda yang menggugat karena tersiram air panas, didampingi pengacaranya David Tobing, saat bertemu awak media di kantor Adams & Co Consulting, Jakarta, 13 April 2018. TEMPO/Dewi Nurita

    TEMPO.CO, Jakarta - Garuda Indonesia belum menghubungi penumpang yang tersiram air panas bernama B.R.A. Koosmariam Djatikusumo. Pengacara Koosmariam, David Tobing, mengatakan mungkin saja Garuda berinisiatif menyelesaikan perkara atau berdamai tanpa melalui meja hijau.

    Akan tetapi, David tak ingin mendahului proses persidangan. David tidak menjawab dengan gamblang apakah Koosmariam memberikan peluang damai saat mediasi di pengadilan.

    "Di proses mediasi bisa saja terjadi perdamaian," kata David saat dihubungi Tempo, Minggu, 15 April 2018. "Nantinya akan kami lihat sampai sejauh mana itikad baik dan komitmen Garuda," lanjutnya.

    Baca: Penumpang Garuda yang Gugat Rp 11 M, Jalani Operasi Bedah

    Pernyataan David menanggapi sikap Garuda yang ingin mengupayakan mediasi di luar pengadilan. Koosmariam menggugat Garuda ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 11 April 2018. Dasar gugatan karena payudara kanan Koosmariam tersiram air panas saat berada di dalam pesawat Garuda pada 29 Desember 2017.

    David berujar seharusnya Garuda menyadari ada cacat permanen di payudara Koosmariam bila benar-benar beritikad baik menyelesaikan masalah. Garuda juga perlu menyadari dampak fisik dan mental yang dialami Koosmariam akibat menderita cacat permanen.

    "Karena kalau memang beritikad baik seharusnya tanpa digugat pun sadar bahwa ada penumpang Garuda yang sangat menderita," ujar David.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.