Sri Mulyani Kembali Dinobatkan Jadi Menteri Keuangan Terbaik

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati berpidato dalam pertemuan negara-negara G-20 di Buenos Aires, Argentina, 20 Maret 2018.  facebook.com

    Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati berpidato dalam pertemuan negara-negara G-20 di Buenos Aires, Argentina, 20 Maret 2018. facebook.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kembali dinobatkan sebagai Menteri Keuangan terbaik di Asia-Pasifik pada 2018 versi majalah keuangan, FinanceAsia. Penghargaan yang sama juga telah diterima Sri Mulyani tahun lalu.

    Menurut FinanceAsia, Sri Mulyani berhasil membawa perekonomian Indonesia ke arah lebih baik. Ia dianggap berhasil memanfaatkan kesempatan kemajuan ekonomi global untuk mereformasi struktur keuangan pada 2017, sehingga dapat bertahan saat terjadi kenaikan suku bunga di Amerika Serikat.

    Seperti dikutip dari situs resmi Kementerian Keuangan, Sri Mulyani menyatakan penghargaan itu tak lepas dari peran Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang mendorong seluruh menteri bekerja keras guna memperbaiki kehidupan rakyat Indonesia. "Hal ini juga merupakan pengakuan dan apresiasi atas kerja keras pemerintah di bidang ekonomi, yang didukung oleh kerja sama yang baik antara Kementerian Keuangan dan seluruh pemangku kepentingan," ujar Sri Mulyani.

    Baca: Sri Mulyani Sebut Penentuan Harga BBM Nonsubsidi Sesuai Aturan

    Selain menobatkan Sri Mulyani sebagai Menkeu Terbaik di Asia-Pasifik Tahun 2018, FinanceAsia merilis peringkat untuk para menteri keuangan lain di kawasan ini. Peringkat kedua diberikan kepada Menkeu Singapura Heng Swee Keat dan peringkat ketiga, Menkeu Filipina Carlos Dominguez.

    FinanceAsia menilai Sri Mulyani berhasil menjaga stabilitas belanja negara yang terlihat dari defisit anggaran yang lebih rendah sebesar 2,5 persen dibanding proyeksi semula, yaitu 2,9 persen. Selain itu, pemerintah dinilai berhasil menjaga stabilitas inflasi dan nilai tukar rupiah. Pada 2017, produk domestik bruto Indonesia mencapai angka US$ 1 triliun untuk pertama kalinya, dengan pertumbuhan ekonomi yang stabil di atas 5 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.