Telkomsel Ingatkan Lagi Pelanggan Agar Registrasi Kartu Prabayar

Reporter:
Editor:

Martha Warta

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana Grapari Telkomsel di Central Park, Jakarta Barat, 26 Februari 2018. Pelanggan yang hendak meregistrasi nomornya sudah tidak terlalu ramai dan tidak perlu untuk mengikuti nomor antrian yang ada. TEMPO/FADIYAH

    Suasana Grapari Telkomsel di Central Park, Jakarta Barat, 26 Februari 2018. Pelanggan yang hendak meregistrasi nomornya sudah tidak terlalu ramai dan tidak perlu untuk mengikuti nomor antrian yang ada. TEMPO/FADIYAH

    TEMPO.CO, Palangkaraya -PT Telkomsel Cabang Palangkaraya, Provinsi Kalimantan Tengah, kembali mengingatkan para pelanggannya untuk segera meregistrasi ulang kartu seluler agar tak terkena pemblokiran.

    "Jika sampai akhir Mei ada pelanggan yang belum melakukan registrasi kartu maka akan diblokir total. Untuk itu kami ingatkan kembali untuk segera meregistrasikan kartunya," kata Manager Branch Telkomsel Palangkaraya, Jefri ES Kamundi, Sabtu, 14 April 2018.

    Baca:Batas Registrasi Kartu Prabayar di Kawasan Timur Diperpanjang

    Dia mengatakan, registrasi kartu tersebut dapat dilakukan pelanggan melalui pesan singkat (SMS) ke nomor tertentu, atau datang langsung ke Grapari terdekat dengan membawa KTP elektronik asli dan fotokopi kartu keluarga.

    "Saat ini bagi pelanggan yang kartunya terblokir masih bisa diaktifkan dengan cara melakukan registrasi ulang. Namun jika sampai akhir Mei, 2018 belum registrasi maka kartu tersebut akan diblokir total," katanya.

    Saat dikonfirmasi jumlah pelanggan Telkomsel di area Kalimantan Tengah, dia menyatakan sampai saat ini data pelanggan masih terus berubah sehingga belum diketahui pasti.

    "Untuk kerahasiaan data, yang jelas semua konsumen dilindungi oleh Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI). Artinya datanya dijamin terlindungi. Tidak perlu khawatir," katanya.

    Bahkan, lanjut dia, berdasarkan aturan pemerintah, jika ada penyalahgunaan data kependudukan oleh orang lain bukan pemilik sah data maka pelaku akan disanksi pidana.

    Berdasar pantauan, setiap harinya warga di Kota Palangka Raya selalu mengantre di kantor resmi Telkomsel untuk meregistrasikan kartunya.

    Ariandi, salah satu warga Palangkaraya mengaku harus mengantre dan datang sebelum kantor layanan dengan harapan bisa melakukan registrasi dengan cepat.

    "Saya kemarin sudah mencoba registrasi melalui SMS namun gagal. Untuk itu saya datang langsung ke Telkomsel. Namun ternyata syaratnya tidak hanya KTP elektronik asli tetapi juga harus membawa fotokopi KK. Terpaksa saya harus pulang dulu untuk melengkapi persyaratan," kata pegawai swasta ini. Ia pun berharap pemerintah dapat menjamin kerahasiaan dan keamanan data pribadi baik KTP maupun KK.

    Baca berita tentang Telkomsel lainnya di Tempo.co.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.