Di Banyuwangi, Kepala BPOM Kampanyekan Konsumsi Ikan Makarel

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Penny Kusumastuti Lukito memberikan keterangan terkait mi Bikini (bihun kekinian) yang disita BPOM saat konpers di Jakarta, 8 Agustus 2016. TEMPO/M Iqbal Ichsan

    Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Penny Kusumastuti Lukito memberikan keterangan terkait mi Bikini (bihun kekinian) yang disita BPOM saat konpers di Jakarta, 8 Agustus 2016. TEMPO/M Iqbal Ichsan

    TEMPO.CO, Banyuwangi - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Kusumastuti Lukito mengunjungi Banyuwangi pada Jumat, 13 April 2018. Penny mengunjungi serta melihat langsung proses pengolahan dan pengalengan ikan di Kecamatan Muncar, Banyuwangi, yang merupakan salah satu sentra pengalengan ikan. Bahkan Penny menikmati ikan makarel kaleng.

    "Ikan makarel kaleng ini enak. Banyak mengandung protein dan kalsium yang baik untuk anak-anak. Tidak ada masalah lagi. Ini aman, bermutu, dan bernutrisi," kata Penny, seperti dikutip dari rilis yang diterima Tempo, Sabtu, 14 April 2018. Menurut Penny, yang datang ke Banyuwangi bersama perwakilan Kementerian Kelautan dan Perikanan serta Kementerian Perindustrian, ikan makarel kaleng tidak ada masalah.

    Baca: Ini 27 Merek Makarel Kalengan yang Positif Mengandung Cacing

    Produk makarel kalengan yang dikonsumsi Penny disebut aman dan enak. "Kami yakinkan kepada masyarakat, ikan makarel kaleng tidak ada masalah, aman dan sehat untuk dikonsumsi, tidak perlu khawatir," ucapnya.

    Mantan pejabat fungsional di Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bapennas) itu menjelaskan, temuan cacing dalam kaleng ikan makarel oleh BBPOM Surabaya beberapa waktu lalu itu hanya terdapat di batch tertentu. Saat ini, semua batch itu sudah ditarik dari peredaran. "Setelah kami cek di lapangan, pengolahan ikan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. Hasilnya aman untuk dikonsumsi masyarakat. Tidak ada masalah, layak dikonsumsi," ujar Penny.

    Dalam kunjungan BPOM itu, Penny melihat langsung proses pengerjaan pengalengan ikan makarel. Proses pembuatan dimulai dari proses pembersihan ikan, pemotongan kepala dan ekor ikan, sterilisasi ikan dengan suhu 100 derajat selama 15 menit, sampai pemasakan ikan dalam kaleng dengan suhu 118 derajat selama sekitar dua jam atau disesuaikan dengan ukuran ikan.

    Semua pekerja juga menjaga standar kebersihan dengan wajib menggunakan masker, kaus tangan, penutup kepala, sepatu, dan pakaian khusus. "Kami sudah melihat prosesnya dan melakukan audit secara komprehensif. Penanganan pengalengan ikan sesuai dengan standar dan steril. Tidak ada masalah," ujar Penny.

    Sebelumnya, BPOM telah mengumumkan 27 merek produk ikan makarel yang positif mengandung parasit cacing. Sebanyak 27 merek itu terdiri atas 138 bets ikan makarel kalengan. Sebanyak 16 merek di antaranya merupakan impor dan sebelas lain produk lokal.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.