Aher: Rencana Bandara Sukabumi, Jawa Barat Diminta Biayai Lahan

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan meninjau pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) pada hari pertama di SMKN 2 Bandung Jawa Barat.

    Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan meninjau pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) pada hari pertama di SMKN 2 Bandung Jawa Barat.

    TEMPO.CO, Bandung - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan, pemerintah provinsi diminta mendanai pembebasan lahan untuk membangun Bandara Sukabumi.

    “Pak Menhub (menteri perhubungan)  meminta supaya (pemprov) menggangarkan pembebasan lahan di perubahan Anggaran (2018),” kata dia di Bandung, Jumat, 13 April 2018.

    Baca juga: Pemerintah Masih Rahasiakan Lokasi Bandara Sukabumi

    Aher, sapaan Ahmad Heryawan, menyetujui permintaan pendanaan melalui APBD Perubahan 2018 dengan satu syarat. “Nanti di perubahan Anggaran, saya minta supaya aman, dan (proses) pengganggarannya tidak ada diskusi apapun itu, saya minta Pak Menhub memberi surat pada kita,” kata dia.

    Menurut Aher, permintaan serupa pernah ditujukannya pada Menteri Koordinator Bidang Maritim Luhut Binsar Panjaitan yang meminta pemerintah Jawa Barat menyediakan lahan untuk membangun akses jalan tol dan non tol menuju Bandara Kertajati pada penghujung 2017 lalu. Syarat surat serupa dimintanya pada Menko Luhut.

    “Pak Menko minta ada pembebasan lahan di jalan tol, dan non tol. Kan (pembahasan) Anggaran Perubahan (2017) hampir selesai. Tidak terbahas. Enggak mungkin,  kita dengan DPRD, mau alasannya apa mengganggarkan. Ketiak ada surat dari Pak Menko, selesai. Suratnya sakti sehingga pembebasan jalan tol dan non tol, serta lahan bandara dianggarkan,” kata Aher.

    Aher enggan membeberkan lokasi bandara Sukabumi yang akan dibangun pemerintah pusat. “Supaya tidak ada gejolak akibat lahan,” kata dia.

    Dia meminta agar Bandara Sukabumi itu dibangun dengan ukuran yang relatif lebih besar dibandingkan bandara yang ada di Tasikmalaya dan Pangandaran. “Saya minta bisa didarati (Boeing) 737,” kata Aher.

    Aher beralasan, bandara itu dibutuhkan untuk mendorong pengembangan kawasan wisata alam Geopark Ciletuh-Pelabuhan Ratu di Sukabumi, selain pengembangan Jawa Barat selatan di bagian barat. “Kawasan selatan di bagian timur ada Nusawiru (Pangandaran). Di bagian baratnya harus ada juga agar orang bisa langsung terbang menuju Ciletuh. Ciletuh itu ada persyaratan, salah satunya maksimal jaraknya 3 jam dari bandara terdekat. Bandaranya belum ada, sehingga harus ada bandara baru,” kata dia.

    Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat Dedi Taufik mengatakan, dinasnya sudah merampungkan dokumen Fesibility Study rencana Bandara Sukabumi sejak tahun 2016. Tahun ini, dinasnya tengah menyusun Master Plan bandara tersebut. “Selanjutnya tinggal Penlok (penetapan lokasi) oleh Kementerian Perhubungan. Sebelum melangkah ke Penlok itu, kita harus merevisi RTRW,” kata dia saat dihubungi Tempo, Jumat, 13 April 2018.

    Dedi juga merahasiakan lokasi bandara itu. “Lokasinya kurang lebih 30 kilometer dari Kota Sukabumi. Nanti bandara itu akan melayani Sukabumi, Pelabuhan Ratu, dan Ciletuh,” kata dia.

    Dedi mengatakan, proyeksi kebutuhan lahan bandara di Sukabumi itu menembus 150 hektare. Bandara itu nantinya masuk kategori bandara perintis. “Kita (pemprov) pengadaan lahannya. Pembangunannya oleh Kementerian Perhubungan, perintah dari Presiden (Joko Widodo),” kata dia.

    Pada kunjungan kerjanya ke Sukabumi pada  15 Desember 2017, Presiden Joko Widodo mengungkapkan soal rencana membangun Bandara Sukabumi. Presiden menargetkan bandara siap melayani angkutan udara pada 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Kasus Peretasan, dari Rocky Gerung hingga Pandu Riono

    Peretasan merupakan hal yang dilarang oleh UU ITE. Namun sejumlah tokoh sempat jadi korban kasus peretasan, seperti Rocky Gerung dan Pandu Riono.