BRI Akan Terbitkan 20 Juta Kartu Debit Berlogo GPN Tahun Ini

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dari kiri ke kanan : Executive Vice President Retail Payment BRI Arif Wicaksono, Direktur Mikro dan Kecil BRI Priyastomo, Direktur Grup Pengawas Spesialis 1 Otoritas Jasa Keuangan Dian Danarsito,  Kepala Departemen Elektronifikasi dan  Gerbang Pembayaran Nasional Bank Indonesia Pungky P. Wibowo dan Direktur Konsumer BRI Handayani.

    Dari kiri ke kanan : Executive Vice President Retail Payment BRI Arif Wicaksono, Direktur Mikro dan Kecil BRI Priyastomo, Direktur Grup Pengawas Spesialis 1 Otoritas Jasa Keuangan Dian Danarsito, Kepala Departemen Elektronifikasi dan Gerbang Pembayaran Nasional Bank Indonesia Pungky P. Wibowo dan Direktur Konsumer BRI Handayani.

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BRI) akan menerbitkan 20 juta keping kartu debit berlogo Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) berbasis teknologi chip.

    Direktur Konsumer BRI Handayani menyampaikan penerbitan kartu debit berlogo GPN sekaligus untuk memenuhi ketentuan implementasi kartu berstandar National Standard Indonesian Chip Card Specification (NSICCS).

    Baca juga: Ganti Kartu Chip BRI Hanya 7 Menit, Antrenya 3 Jam

    "Sampai dengan akhir 2018 kami akan terbitkan sekitar 18 juta kartu berlogo GPN. Ini sekaligus untuk memenuhi ketentuan 30 persen kartu debit yang sudah dikonversi menggunakan chip," ujarnya pada peluncuran kartu debit Bank BRI berlogo GPN di Jakarta, Rabu, 11 April 2018.

    Pada tahap awal, 19 juta kartu debit berlogo GPN yang diterbitkan akan digunakan sebagai kartu pengganti dari seluruh kartu debit yang telah beredar, sementara sisanya merupakan estimasi penambahan kartu baru Bank BRI di akhir tahun.

    Didukung dengan teknologi chip, kartu debit BRI berlogo GPN dipastikan memiliki tingkat keamanan yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan kartu berteknologi strip magnetik.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.