Camilan Lamongan Tembus ke Chicago Amerika

Reporter:
Editor:

Martha Warta

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi camilan berbahan ubi. Epicurus.com

    Ilustrasi camilan berbahan ubi. Epicurus.com

    TEMPO.CO, Lamongan -Produk camilan—makanan ringan-- dari Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, tembus ke tiga negara, yaitu Amerika, Malaysia dan Brunei Darussalam. Camilan berbahan baku jagung, ubi dan talas ini, mulai diekspor pada 2016 dan bertahan hingga sekarang.

    Camilan dari jagung diproduksi oleh UD Lebah Hijau Kecamatan Kedungpring, Lamongan. Camilan yang diprakarsai seorang ibu rumah tangga, Sri Wahyuni, berdomisili di Desa/Kecamatan Kedungpring ini, telah menyebar ke sejumlah kota di Jawa Timur dan sebagian Jawa Tengah.

    Baca: Jokowi Kritik Bank yang Asyik Kumpulkan DPK dan Susah Beri Kredit

    Camilan jagung dan umbi ini, juga telah masuk ke sejumlah toko-toko besar di Pulau Jawa. Dan terhitung mulai pertengahan tahun 2016, camilan ini diekspor ke sejumlah kota di tiga negara. Terakhir, tembus ke Kota Chicago Amerika Serikat dan juga Malaysia serta Brunei Darussalam.

    Data di Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Lamongan, pertama kali ekspor sebanyak 10 ribu kilogram senilainya Rp 1,4 miliar dengan untuk 2016. Dan pada 2017 nilai ekspor maupun produksinya sama. Tetapi, tahun 2018 ini, kemungkinan jumlah produksi yang diekspor akan lebih besar dibanding dua tahun sebelumnya. “Pemerintah Lamongan telah memfasilitasi,” ujar Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Lamongan, Anang Taufik, dalam keterangan pers yang diterima Tempo, Rabu, 11 April 2018.

    Untuk melindungi produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Lamongan juga memfasilitasi Perizinan Industri Rumah Tangga (P-IRT), sertifikasi halal dan merek atau hak paten. Tercatat ada 75 UMKM yang telah memiliki (P-IRT), 15 sertifikasi halal dan 15 yang telah dipatenkan mereknya. Dan sesuai data di Badan Pusat Statistik Lamongan menyebutkan, terdapat 130.006 UMKM yang telah menyerap 327.422 tenaga kerja terhitung tahun 2016.

    Terkait nilai ekspor, data di Kabupaten Lamongan, pada 2016 sebesar Rp 123.900.000 menjadi Rp 136.933.600.000 di 2017 atau ada kenaikan Rp 13.033.600.000. Kenaikan itu terutama disebabkan adanya dua unit usaha baru di Lamongan yang memiliki produk ekspor.

    Menurut Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lamongan Mohammad Zamroni, peningkatan nilai ekspor di daerahnya terutama didukung adanya kenaikan jumlah perusahaan pelaksana ekspor sebanyak dua unit usaha. Yaitu dari Asosiasi Pengusaha Arang dan Nufa Market. Produk usahanya berupa beras, olahan ikan, dan camilan berbahan baku jagung. "Kenaikannya dari sektor itu," ujarnya, Selasa, 10 April 2018.

    Sedangkan jumlah unit usaha pelaksana ekspor pada 2016 ada 60 perusahaan dan pada 2017 bertambah menjadi 62 perusahaan. Kenaikan jumlah itu tidak lepas dari peran pemerintah Lamongan yang melakukan pembinaan terkait dengan prosedur ekspor. “Kita juga rutin promosi dan misi dagang,” kata Zamroni.

    Baca berita tentang Camilan lainnya di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara