Bandara Buntu Kunik Digarap Semen Bosowa Setelah Mangkrak 2 Tahun

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bandara Buntu Kunik. Youtube.com

    Bandara Buntu Kunik. Youtube.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Proyek Bandara Buntu Kunik Toraja yang pembangunannya mangkrak selama dua tahun akan digarap oleh PT Semen Bosowa selaku pemenang tender proyek tersebut.

    "Kedatangan kami ke pabrik Bosowa untuk mengecek suplai semen, agar kerja sama ini juga berjalan baik," kata perwakilan Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Anas Labakara saat bertemu pihak manajemen di pabrik Semen Bosowa di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Rabu, 11 April 2018.

    Baca juga: Tana Toraja Diusulkan Jadi Kawasan Strategis Pariwisata

    Anas mengatakan pembangunan Bandara Buntu Kunik Toraja akan memasuki tahap pembangunan terowongan air dan landasan pacu. Sebab, salah satu kendala utama yang dihadapi dalam percepatan pembangunan bandara tersebut adalah faktor alam.

    Di sekitar lokasi pembangunan bandara terdapat gunung dan dua aliran sungai, maka pembangunan landasan pacu harus disesuaikan dengan kondisi alam tersebut.

    Marketing Division Head Bosowa Semen Febby Triady menyambut baik kerja sama itu. Pihaknya memastikan stok Bosowa Semen untuk pembangunan bandara Buntu Kunik akan lancar.

    "Kami menyambut baik kerja sama ini dan dipastikan suplai semen untuk pembangunan bandara setempat akan dilancarkan," katanya.

    Bosowa ingin turut berkontribusi dalam membangun Indonesia, khususnya percepatan pembangunan di Toraja sebagai salah satu objek wisata terpopuler di Sulawesi Selatan.

    Kelanjutan pembangunan Bandara Buntu Kunik sebelumnya mendapatkan kucuran dana Rp 60 miliar tahun anggaran 2018 dari Kementerian Perhubungan.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?