Rapat Komisi I DPR dengan Facebook Ditunda Minggu Depan

Reporter:
Editor:

Martha Warta

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • CEO Facebook Mark Zuckerberg tiba untuk bersaksi di depan sidang bersama Komite Perdagangan dan Energi dari Dewan Perwakilan Rakyat AS, di Capitol Hill di Washington, 10 April 2018. Mark Zuckerberg bersaksi terkait penggunaan data pengguna Facebook untuk pemilu Amerika 2016. (AP Photo/Andrew Harnik)

    CEO Facebook Mark Zuckerberg tiba untuk bersaksi di depan sidang bersama Komite Perdagangan dan Energi dari Dewan Perwakilan Rakyat AS, di Capitol Hill di Washington, 10 April 2018. Mark Zuckerberg bersaksi terkait penggunaan data pengguna Facebook untuk pemilu Amerika 2016. (AP Photo/Andrew Harnik)

    TEMPO.CO, Jakarta - Rapat antara Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Facebook Indonesia yang dijadwalkan siang ini batal. Ketua Komisi I Abdul Kharis Almasyhari mengatakan batalnya rapat karena pejabat tinggi yang coba didatangkan Facebook Indonesia berhalangan hadir.

    "Facebook Indonesia akan menghadirkan pejabat tertinggi untuk Asia Tenggara. Nah, pejabat tersebut hari ini harus bersama petinggi Facebook di kongres Senat Amerika Serikat," ucap Abdul Kharis kepada Tempo, Rabu, 11 April 2018.

    Baca:Facebook Diminta Ungkap Data Pengguna RI yang Bocor ke CubeYou

    Abdul Kharis berujar, Facebook telah meminta untuk dijadwalkan ulang pada 17 April 2018. Menurut dia, pertemuan dengan Facebook dilakukan untuk memastikan kebenaran kebocoran data penggunanya di Indonesia. "Benarkah bocor dan kenapa bocor?" tutur politikus Partai Keadilan Sejahtera itu.

    Sebelumnya, Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Kepolisian RI Inspektur Jenderal Setyo Wasisto mengatakan Polri belum menemukan adanya pengguna Facebook di Indonesia yang datanya dicuri. "Kalau di sini, sampai sekarang, hasil penelusuran kami dan Kemkominfo, belum ada yang sejenis Cambridge Analytica," ucapnya, Selasa, 10 April 2018.

    Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara berujar, pemerintah bisa saja menutup operasi platform Facebook di Indonesia. "Nanti kami lihat dulu progresnya. Tapi saya tak segan kalau terpaksa menutup Facebook," tutur Rudiantara, Senin, 9 April 2018.

    Skandal kebocoran data 87 juta pengguna Facebook melibatkan Cambridge Analytica. Pencurian data tersebut diduga untuk kampanye Donald Trump dalam pemilihan Presiden Amerika Serikat pada 2016.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.