Di Dubai, Bos Bappenas Sebut RI sebagai Pasar Ekonomi Potensial

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Bappenas Bambang Brodjonegoro bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno meninjau pembangunan tanggul laut raksasa di Cilincing, Jakarta Utara, 8 Desember 2017. Tempo/Friski Riana

    Menteri Bappenas Bambang Brodjonegoro bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno meninjau pembangunan tanggul laut raksasa di Cilincing, Jakarta Utara, 8 Desember 2017. Tempo/Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro memaparkan peluang berinvestasi di Indonesia dalam Annual Investment Meeting (AIM) pada 9-10 April 2018. Pertemuan itu merupakan forum investasi internasional yang diselenggarakan atas prakarsa Menteri Ekonomi Uni Emirat Arab di Dubai World Trade Centre.

    Dalam paparannya itu, Bambang menyebutkan Indonesia merupakan pasar ekonomi yang potensial di Asia. Ia mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyebutkan Indonesia berada di peringkat ke-15 dalam perekonomian dunia.

    Baca: Bappenas: 6 Kabupaten Terima Bantuan RIF Rp 1 Miliar

    Sedangkan perusahaan akuntansi global PricewaterhouseCoopers menyebutkan Indonesia berada di peringkat keempat dalam perkembangan infrastruktur. "Indonesia juga masuk dalam tiga besar negara tujuan investasi yang menarik di Asia," ujar Bambang dalam pernyataan resminya, Rabu, 11 April 2018.

    Bambang menuturkan pertumbuhan ekonomi Indonesia juga cukup tinggi dan stabil. Tahun ini, pertumbuhan ekonomi ditargetkan mencapai 5,4 persen. Adapun realisasi investasi United Arab Emirates di Indonesia saat ini berada di peringkat ke-27, yang meliputi sektor pertanian, perhotelan, transportasi, kawasan industri, dan telekomunikasi.

    Lebih jauh, Bambang menjelaskan, skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) dan pembiayaan infrastruktur non-anggaran pemerintah (PINA) sebagai alternatif pembiayaan dalam pembangunan infrastruktur publik di Indonesia. Saat ini, terdapat 19 sektor yang dapat dikerjasamakan pemerintah Indonesia melalui skema KPBU, meliputi sektor konektivitas, perkotaan, dan sosial.

    Bappenas telah memprakarsai terbentuknya kantor bersama KPBU (PPP joint office) sebagai one stop service dan menjadi forum koordinasi antar-pemangku kepentingan KPBU di tingkat pemerintah pusat yang beranggotakan tujuh kementerian/lembaga.

    AIM edisi kedelapan ini mengusung tema "Linking Developed and Emerging Markets through FDI: Partnerships for Inclusive Growth & Sustainable Development". Forum tersebut bertujuan mempromosikan strategi dalam menarik investasi asing. Dalam acara tersebut, Bambang Brodjonegoro menjadi pembicara pada sesi kedelapan yang membahas Public Private Partnership for Public Infrastructure Development.

    Forum AIM tersebut dihadiri perwakilan pemerintah dan investor dari negara-negara Asia, Eropa, Afrika, dan Amerika. Selain Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, hadir sebagai pembicara antara lain Cheremin Sergey (Minister, Head of Department for Foreign Economic Activity and International Relations, Moscow City Government, Rusia), Manuel Cary (Partner, The Transport Infrastructure Investment Company, Portugal), dan Pedro Neves (Leader, UN Taskforce for PPPs, Portugal).

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.