Beli 50 Pesawat Boeing, Lion Air Tak Jamin Tepat Waktu

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (ki-ka) Duta Besar AS untuk Indonesia Joseph R Donovan Jr, Presiden Direktur Lion Air Group Edward Sirait, Senior Vice President, Asia Pacific & India Sales, Boeing Commercial Airplanes Dinesh Keskar, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Pendiri Lion Air Group Rusdi Kirana dalam acara penandatanganan Certificate of Purchase 50 Boing 737 MAX 10  di Grand Hyatt, Jakarta, 10 April 2018. Lion Air Group resmi membeli 50 Boeing 737 MAX 10 dengan kontrak pembelian sekitar 6,24 miliar dolar AS. TEMPO/Amston Probel

    (ki-ka) Duta Besar AS untuk Indonesia Joseph R Donovan Jr, Presiden Direktur Lion Air Group Edward Sirait, Senior Vice President, Asia Pacific & India Sales, Boeing Commercial Airplanes Dinesh Keskar, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Pendiri Lion Air Group Rusdi Kirana dalam acara penandatanganan Certificate of Purchase 50 Boing 737 MAX 10 di Grand Hyatt, Jakarta, 10 April 2018. Lion Air Group resmi membeli 50 Boeing 737 MAX 10 dengan kontrak pembelian sekitar 6,24 miliar dolar AS. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - Lion Air Group menambah pesawatnya dengan membeli 50 Boeing 737 MAX 10. Meski begitu, President sekaligus CEO Lion Air Group, Edward Sirait, tak menjamin penerbangan Lion Air Group bakal tepat waktu.

    Sebab, keterlambatan penerbangan alias delay bersifat tidak pasti. Maksudnya, pesawat bisa mendadak mengalami kerusakan tidak terduga. "Saya bukan Tuhan," kata Edward seusai penandatanganan kontrak pembelian Boeing di Hotel Grand Hyatt, Jakarta Pusat, Selasa, 10 April 2018.

    Edward berujar, tidak ada yang bisa memprediksikan masalah teknis pesawat. Misalnya ban pesawat yang kempes tiba-tiba atau faktor cuaca yang tak memungkinkan pesawat lepas landas sesuai dengan jadwal.

    Simak: Lion Air Group Beli 50 Pesawat Boeing 737 MAX 10

    Meski begitu, yang bisa dilakukan Lion Air Group adalah melakukan penanganan keterlambatan penerbangan (delay management). "Bagaimana mengatur supaya kamu (penumpang) tidak marah dan tetap enjoy," ujar Edward.

    Penerbangan maskapai Lion Air beberapa kali mengalami keterlambatan. Terakhir, sepuluh penerbangan Lion Air dari dan ke Bandara Internasional Syamsudin Noor, Banjarmasin (BDJ), molor terbang. Saat itu, ada penutupan bandara karena perbaikan fasilitas landas pacu (runway).

    Ihwal pesawat baru Boeing 737 MAX 10, Lion Air Group berfokus pada penerbangan jarak jauh dari regional ke negara di kawasan Asia. Misalnya, penerbangan Lombok-Cina dan Batam-Cina. Menurut dia, Lion Air Group masih merancang rute lain.

    Boeing 737 MAX 10 dapat menempuh perjalanan selama tujuh jam dan maksimal delapan jam. Panjang badan pesawat mencapai 43,8 meter atau 143 kaki dengan kapasitas 200 penumpang. Boeing 737 MAX 10 baru dikirim dari Amerika pada 2021.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.