Proyek Terminal 2 Bandara Hang Nadim Diminati 17 Investor

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bandara Hang Nadim Batam. TEMPO/Rumbadi Dalle

    Bandara Hang Nadim Batam. TEMPO/Rumbadi Dalle

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam atau BP Batam mengungkapkan ada 17 investor yang berminat untuk menggarap proyek Terminal 2 Bandara Hang Nadim.

    Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo mengatakan pihaknya sudah melakukan pengenalan proyek ke sejumlah calon investor. Nantinya, investor yang terpilih bakal mengeluarkan investasi untuk membangun terminal baru.

    Baca juga: Perluasan Apron Hang Nadim Ditargetkan Mulai Tahun Ini

    "Modelnya nanti seperti LCS (limited concession scheme), tapi kan LCS belum ada payung hukumnya. Kalau sudah keluar (regulasinya), mungkin kami bisa pakai itu," ujarnya di Batam, Selasa, 10 April 2018.

    Sebagai gantinya, investor akan mendapat hak pengelolaan dalam durasi tertentu. Lukita menyebut, skema proyek ini pada prinsipnya menyerupai build, operate, and transfer (BOT). Adapun durasi konsesi saat ini masih digodok oleh BP Batam.

    Lukita menuturkan lelang resmi untuk menentukan investor pembangunan Terminal 2 Bandara Hang Nadim akan digelar Agustus-September 2018. Kemudian, BP Batam berencana meneken kontrak pengelolaan dengan pemenang lelang di awal 2019 sehingga investor itu bisa segera memulai konstruksi.

    Biaya investasi untuk pembangunan terminal baru di Bandara Hang Nadim diperkirakan mencapai Rp 2,7 triliun hingga Rp 3 triliun. Lukita menyebutkan, kebutuhan terminal baru di Bandara Hang Nadim cukup mendesak karena trafik penumpang kini mencapai 6 juta per tahun atau dua kali lipat dari kapasitas.

    Terminal 2 Bandara Hang Nadim ditargetkan akan mendongkrak kapasitas penumpang menjadi 10 juta per tahun. Terminal baru itu rencananya akan digunakan untuk penerbangan domestik, sedangkan terminal yang sudah ada dipakai untuk penerbangan internasional.

    BISNIS 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.