Menhub Akan Panggil PT MRT Jakarta Bahas Alat Pembayaran Non Tunai

Reporter:
Editor:

Martha Warta

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemindahan rangkaian Mass Rapid Transit (MRT) dari pelabuhan Tanjung Priok ke Depo MRT di Lebak Bulus, Jakarta, Minggu, 8 April 2017. Tempo/Syafiul Hadi

    Pemindahan rangkaian Mass Rapid Transit (MRT) dari pelabuhan Tanjung Priok ke Depo MRT di Lebak Bulus, Jakarta, Minggu, 8 April 2017. Tempo/Syafiul Hadi

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi akan memanggil PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta dan pihak terkait lainnya untuk membahas alat transaksi non tunai MRT berupa kartu. "Saya panggil semua, nanti saya ajak omong. Minggu depan saya panggil," kata Budi di Hotel Grand Hyatt, Jakarta Pusat, Selasa, 10 April 2018.

    Budi menginginkan agar teknologi kartu MRT dapat diterima teknologi alat pembayaran non tunai lain. Artinya, kartu MRT bisa digunakan di moda transportasi publik selain MRT, seperti kereta rel listrik (KRL) Commuter Line.

    Baca:Bank Mandiri: Jepang Minta Kartu MRT Gunakan Sony Felica

    Menurut Budi, Jepang sebagai penyedia kereta MRT untuk Indonesia memprioritaskan menggunakan teknologi baru. Indonesia memiliki perjanjian soal teknologi dengan Jepang. Namun, Budi berniat mengajukan syarat agar kartu MRT bisa dikolaborasikan dengan alat pembayaran non tunai moda transportasi lain.

    "Akan lebih baik kalau kartu itu bisa dipakai merchant yang banyak," ujar Budi.

    Bank Mandiri berencana menerbitkan uang elektronik atau e-Money yang dapat digunakan seluruh lini transportasi publik di Jakarta, seperti Commuter Line, Light Rail Transit, dan MRT. Meski begitu, Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wiroatmodjo berujar rencana tersebut masih terkendala masalah teknologi kartu.

    Kontrak dengan Jepang mewajibkan penerbitan e-Money menggunakan teknologi Sony Felica Card. Padahal, selama ini kebanyakan perbankan di Indonesia menggunakan teknologi Java Chip untuk e-Money yang diterbitkannya.

    "Jadi yang akan beredar Sony Felica Card, kalau top-up harus ke sana. Istilahnya dimonopoli di situ,” kata Kartika.

    Sony Felica Card adalah kartu pintar sebagai alat transaksi non tunai yang telah lama digunakan oleh warga Jepang. Dengan teknologi Integrated Circuit, Sony Felica Card bisa digunakan sebagai alat pembayaran transportasi, sebagai uang elektronik, tiket elektronik, kartu absen di kantor, kartu keanggotaan, bahkan sebagai kunci pintu elektrik.

    Baca berita tentang MRT lainnya di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.