Jelang Ramadan, Kemenko Perekonomian Rapat Soal Beras

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Stok beras di gudang Bulog Jakarta.(dok.Kementan)

    Stok beras di gudang Bulog Jakarta.(dok.Kementan)

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Cahya Widyawati mengatakan kedatangannya ke Kementerian Koordinator Perekonomian guna membahas pasokan beras menjelang Ramadan.

    Dia mengatakan pasokan besar nasional saat ini dalam keadaan aman, tidak ada kekurangan di lumbung-lumbung beras. “Ada banyak, kan lagi panen raya,” katanya di kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Selasa, 10 April 2018.

    Baca juga: Tak Sesuai dengan Realitas, Ombudsman: Stop Opini Surplus Beras

    Cahya menuturkan mengatakan rapat tersebut membahas upaya menurunkan harga beras. Menurutnya, ada beberapa mekanisme yang sedang dibahas untuk menurunkan harga beras. Dia berujar impor bukan salah satu solusinya. “Kita enggak bicara impor tadi,” ucapnya.

    Sebelumnya, Kementerian Perdagangan meminta semua pedagang beras di pasar tradisional wajib menjual beras medium dan retail modern wajib menjual beras premium sesuai dengan harga eceran tertinggi per 13 April 2018.

    Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan pemerintah siap mengisi stok beras medium di pasar tradisional jika terjadi kekurangan beras. Dia meminta pasar memberi tahu pemerintah jika kehabisan stok beras.

    Menurutnya, pada H-15 Lebaran, Kementerian Perdagangan juga akan menugaskan 200 pegawai turun langsung ke daerah yang berpotensi rawan guna memantau secara periodik agar dapat membuat langkah yang tepat dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok, seperti beras, di setiap daerah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.