Jokowi Sindir Pembantunya: Anggaran Jangan Kita Ecer-Ecer

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi (tengah) meninjau proyek pembangunan tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) di Cigombong, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, 8 April 2018. Biro Setpres

    Presiden Jokowi (tengah) meninjau proyek pembangunan tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) di Cigombong, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, 8 April 2018. Biro Setpres

    TEMPO.CO, Jakarta -Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyindir para pembantunya untuk tidak melanjutkan penyusunan program kerja yang terkesan kecil dan tidak memiliki tujuan besar.

    Ada dua hal yang disinggung Jokowi saat pembukaan Sidang Kabinet Paripurna, Senin, 9 April 2018. Pertama, soal banyaknya mata anggaran pameran yang tersebar di kementerian dan lembaga. Setidaknya ada 17 kementerian/lembaga yang memiiki anggaran pameran atau promosi.

    Kedua, soal keberadaan anggaran yang juga tersebar di Balitbang setiap kementerian dan lembaga. Kepala Negara menyampaikan data, untuk anggaran riset jika dikumpulkan bisa mencapai Rp24,9 triliun. Tentu angka yang tidak kecil. “Kita ingin fokus mengarah, dan hasilnya bisa menetas,” tuturnya di Istana Negara.

    Baca: Moeldoko Bantah Kupon Sembako Jokowi untuk Kampanye

    Menurutnya, pameran yang ideal adalah promosi besar yang dapat membangun brand image produk nasional. Kepala Negara menginginkan adanya pameran besar, yang betul-betul dapat membawa produk nasional di pameran dunia. “Kalau hanya satu atau dua stand dan deket toilet buat apa? Malah menurunkan brand kita,” katanya.

    Soal anggaran riset, Jokowi menginginkan adanya grand design penilitian. Sebelum dan sesudah penelitan, diharapkan ada perubahan dari objek yang diteliti. Kepala Negara menegaskan agar desain penelitian disusun lebih dahulu dan fokus pada pencapaian yang konkret.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.