Jokowi Pertanyakan Hasil Riset dengan Anggaran Rp 24,9 Triliun

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi menyampaikan keterangan kepada wartawan usai mengendarai motor Chopper Royal Enfield 350 cc saat kunjungan kerja di Sukabumi, Jawa Barat, 8 April 2018. Penampilan presiden dalam aksi touringnya menjadi perhatian netizen. ANTARA/Puspa Perwitasari

    Presiden Jokowi menyampaikan keterangan kepada wartawan usai mengendarai motor Chopper Royal Enfield 350 cc saat kunjungan kerja di Sukabumi, Jawa Barat, 8 April 2018. Penampilan presiden dalam aksi touringnya menjadi perhatian netizen. ANTARA/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyindir besarnya anggaran yang dikeluarkan untuk riset di tiap kementerian/lembaga namun tidak terlihat hasilnya. Menurut dia, total anggaran untuk penelitian di hampir semua kementerian/lembaga mencapai Rp 24,9 triliun.

    "Apa hasilnya Rp 24,9 triliun? Saya tanya," kata Jokowi kepada para menteri saat membuka sidang kabinet paripurna di Istana Merdeka, Senin, 9 April 2018.

    Baca juga: Presiden Jokowi Akan Naikkan Anggaran Riset

    Menurut dia, uang sebesar Rp 24,9 triliun itu selama ini tidak terlihat karena dibagi-bagi ke hampir semua kementerian/lembaga. Sebabnya, ia meminta ke depan seluruh kementerian membuat strategi besar terkait penelitian dan tujuannya.

    "Misalnya urusan durian. Sebelum penelitian (durian) seperti ini, setelah keluar sekian miliar duriannya jadi seperti ini. Jadi jelas bukan penelitian untuk peneliti," ucap Jokowi.

    Jokowi meminta di Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2019 nanti, anggaran untuk program pembangunan Sumber Daya Manusia dipegang oleh satu kementerian atau badan. Alasannya agar uang tersebut bisa terfokus untuk mendanai suatu program.

    "Saya sampaikan agar anggaran ini tidak kita ecer-ecer, kita bagi-bagi, enggak," ujar Jokowi.

    Jokowi mencontohkan anggaran untuk menggelar pameran tersebar di 17 kementerian/lembaga. Jumlahnya, kata dia, sebenarnya besar tapi terlihat kecil karena dibagi-bagi ke banyak kementerian.

    Imbasnya tiap Indonesia mengadakan pameran selalu berskala kecil. Begitupun jika mengikuti pameran di luar negeri, kata Jokowi, Indonesia hanya bisa menyewa satu stan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.