3 BUMN Ini Diminta Bangun Sarana Transportasi di Kali Ciliwung

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri BUMN Rini Soemarno tengah meninjau persiapan Open Traffic Simpang Susun Semanggi, 28 Juli 2017. TEMPO/INGE KLARA

    Menteri BUMN Rini Soemarno tengah meninjau persiapan Open Traffic Simpang Susun Semanggi, 28 Juli 2017. TEMPO/INGE KLARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno akan menginstruksikan beberapa perusahaan pelat merah bekerja sama dalam percontohan moda transportasi alternatif di Kali Ciliwung. Ketiga perusahaan itu adalah PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo), Bank BTN, dan PT Waskita Karya (Persero).

    Setelah melaksanakan operasi bersih-bersih di Kali Ciliwung, Rindam Jaya, Condet, Jakarta, hari ini, Menteri Rini akan menunjuk ketiga perusahaan itu untuk membangun sarana transportasi alternatif di Kali Ciliwung. "Kita kerja sama bikin percontohan dari BUMN untuk membangun transportasi alternatif di sungai untuk masyarakat," katanya, Ahad, 8 April 2018.

    Baca: Holding BUMN Migas Dinilai Akan Permudah Pengendalian Gas

    Pasalnya, kata Rini, masih banyak masyarakat yang susah sekali menggunakan transportasi ke kota karena macet. "Nanti kami minta izin dari Kementerian Perhubungan dan Kementerian PUPR," ujarnya.

    Menurut Rini, Kali Ciliwung bisa menjadi jalur transportasi alternatif menuju pusat Ibu Kota yang bisa mengurai kemacetan di jalan raya. Selain itu, transportasi alternatif ini dapat memudahkan masyarakat yang tinggal di pinggir Kali Ciliwung.

    Lebih jauh, Rini menjelaskan, percontohan transportasi dengan perahu karet di Kali Ciliwung ini akan dijalankan tiga perusahaan BUMN yang sudah ditunjuk dan Yayasan Lintas Sungai Abadi. Selain itu, Kementerian BUMN akan bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan RT setempat di kawasan bantaran Kali Ciliwung untuk pembinaan dalam menjaga kebersihan sungai.

    Rini mengatakan BUMN akan bekerja sama dengan pemerintah daerah. "Kita cari RT yang di pinggir sungai untuk membuat percontohan rumah sederhana agar mereka menjaga sungai. Kita bersih-bersih sampah, tapi kalau semua orang buang sampah, enggak ada gunanya," ucapnya.

    Pada kegiatan bersih-bersih Kali Ciliwung ini, PT Askrindo juga menyerahkan bantuan berupa lima perahu karet kepada Yayasan Lintas Sungai Abadi senilai Rp 120 juta. Direktur Utama Askrindo Asmawi Syam mengatakan bantuan yang disalurkan tidak hanya untuk masyarakat, tapi juga para penggiat lingkungan. Pemberian bantuan ini merupakan respons sebagai salah satu BUMN terhadap penanggulangan bencana dan untuk mendukung program Kementerian BUMN, yaitu BUMN Hadir untuk Negeri.

    Selain itu, dalam rangka mengedukasi, Askrindo, yang merupakan BUMN di bidang asuransi, memberikan pelayanan asuransi personal accident kepada 350 anggota peduli sungai (Yayasan Lintas Sungai Abadi). Nilai pertanggungannya sebesar Rp 8,7 miliar.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.