Jusuf Kalla: Satu Tenaga Kerja Asing Buka 100 Lapangan Kerja

Reporter:
Editor:

Martha Warta

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla didampingi Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pajak Sulawesi Selatan, Barat, dan Tenggara Eka Kusna Sila Jaya dan Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Robert Pakpahan usai menyampaikan laporan SPT pajak tahun 2017 di Kantor Wapres, Jakarta, 28 Maret 2018. Tempo / Friski Riana

    Wakil Presiden Jusuf Kalla didampingi Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pajak Sulawesi Selatan, Barat, dan Tenggara Eka Kusna Sila Jaya dan Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Robert Pakpahan usai menyampaikan laporan SPT pajak tahun 2017 di Kantor Wapres, Jakarta, 28 Maret 2018. Tempo / Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta -Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan peraturan teranyar soal Tenaga Kerja Asing (TKA) tak akan mengurangi kesempatan kerja bagi warga Indonesia. Sebaliknya, kedatangan TKA akan membuka lapangan kerja.

    "Satu tenaga asing bisa membuka setidak-tidaknya membuka 100 lapangan kerja," kata JK di PMI, Jakarta, Jumat, 6 April 2018. Dia menuturkan, kedatangan TKA dipicu oleh investasi. Artinya, arus modal ke dalam negeri akan semakin mudah untuk masuk. Tanpa TKA, lebih sedikit lapangan kerja yang terbuka.

    Baca:Prabowo Sebut Neoliberalisme, Jusuf Kalla: Sudah Tak Relevan

    JK mengatakan, TKA juga bisa meningkatkan kemampuan pekerja di Indonesia. TKA yang di kirim ke Indonesia biasanya merupakan tenaga profesional yang membantu tenaga kerja Indonesia.

    Dia mencontohkan Toyota Indonesia. Saat pertama kali berdiri, perusahaan itu mempekerjakan sekitar 30 TKA. Saat ini, jumlahnya sudah berkurang. "Sekarang malah semua direksinya orang Indonesia," kata dia.

    Jusuf Kalla mengatakan, di Thailand pun banyak TKA yang masuk. Jumlahnya, menurut dia, bahkan 10 kali lipat dari Indonesia. Dampaknya, industri dan ekspor negara tersebut lebih tinggi dari Indonesia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.