Tumpahan Minyak Balikpapan, ESDM: Pertamina Bisa Kena Sanksi KLHK

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sisa tumpahan minyak terlihat dari foto kamera drone di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur, 4 April 2018. Pipa baja dengan diameter 20 inci dan tebal12 miliar tersebut berada di dasar laut dengan kedalaman 20-25 meter.Imeida Tandrin/ REUTERS

    Sisa tumpahan minyak terlihat dari foto kamera drone di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur, 4 April 2018. Pipa baja dengan diameter 20 inci dan tebal12 miliar tersebut berada di dasar laut dengan kedalaman 20-25 meter.Imeida Tandrin/ REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mengatakan pihaknya bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tengah menyelidiki kasus tumpahan minyak Pertamina di Balikpapan.

    Kementerian ESDM akan menyelidiki dari prosedur sisi hulu sampai hilir migas, apakah sudah sesuai dengan ketentuan atau belum. Selain itu, Kementerian ESDM akan melihat dari sisi health, safety, dan environment (HSE) migas.

    Baca juga: Menteri LKH Minta Pertamina Cegah Tumpahan Minyak Tak Menyebar

    "Jadi kami akan lihat program respons darurat mereka (Pertamina) sudah berjalan dengan baik atau tidak," ujarnya pada Jumat, 6 April 2018.

    Sedangkan dari sisi pencemaran lingkungan akan diselidiki KLHK. Arcandra menyebutkan, untuk pembahasan sanksi akan dilihat dari sisi KLHK terkait dengan pencemaran lingkungan.

    Adapun Vice President Corporate Communication Pertamina Adiatma Sardjito mengatakan pihaknya belum mendapatkan surat dari KLHK terkait dengan kemungkinan adanya sanksi.

    Adiatma menuturkan pihaknya terus berupaya menyelesaikan dampak tumpahan minyak tersebut. "Terkait sanksi, kami belum terima surat apa pun dari KLHK," ucapnya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ashraf Sinclair dan Selebritas yang Kena Serangan Jantung

    Selain Ashraf Sinclair, ada beberapa tokoh dari dunia hiburan dan bersinggungan dengan olah raga juga meninggal dunia karena serangan jantung.