Pipa Minyak Patah, Produksi Kilang Balikpapan Pertamina Berkurang

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • 17_ekbis04032017_KILANGBALIKPAPAN

    17_ekbis04032017_KILANGBALIKPAPAN

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat ada kemungkinan produksi kilang minyak Balikpapan milik Pertamina berkurang karena kejadian terputusnya pipa bawah laut di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur.

    Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mengatakan dari sisi produksi, kilang memang mengalami gangguan karena kejadian tersebut.

    Baca juga: Tumpahan Minyak di Balikpapan, Pertamina Bantah Lalai

    "Namun, Pertamina juga sudah melakukan mitigasi. Jadi, mereka (Pertamina) sudah menyiapkan solusinya dengan menggunakan pipa penghubung atau jumper line untuk mengatasi terjadinya keputusan pipa tersbut," ujarnya pada Jumat, 6 April 2018.

    Sebelumnya, Dirjen Migas Kementerian ESDM Djoko Siswanto mengatakan tumpahan minyak sudah tidak ada lagi karena pipa sudah diperbaiki dengan cara disambung. Namun, pihak Pertamina dinilai sedikit terlambat melaporkan.

    Menurut dugaan awal, katanya, pipa bawah laut tersebut tertarik oleh jangkar kapal. Besar kemungkinan hal itu disebabkan kelalaian kapal. Namun, dia mengaku, belum mengetahui informasi detail tentang penyebab kejadian tersebut. Dia pun menyerahkan semuanya kepada pihak berwajib untuk melakukan penyelidikan.

    Kementerian ESDM meminta Pertamina tetap mengutamakan faktor keamanan, terkait dengan penanganan tumpahan minyak di Teluk Balikpapan.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.