Perang Dagang dengan AS, Cina Tegaskan Tidak Takut

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mata uang dollar Amerika dan Yuan Cina. REUTERS/Jason Lee/Illustration/

    Mata uang dollar Amerika dan Yuan Cina. REUTERS/Jason Lee/Illustration/

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Cina memastikan bakal melawan kebijakan impor Amerika Serikat dan mengambil tindakan komprehensif jika negara Abang Sam itu terus melanjutkan praktik proteksionisnya dalam perang dagang. Hal itu disampaikan oleh juru bicara Kementerian Perdagangan Cina, setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan tengah mempertimbangkan mengenakan tarif impor tambahan bagi sejumlah produk asal Negeri Panda tersebut.

    "Dalam perdagangan Sino-AS, Cina sudah menegaskan posisinya dengan jelas. Kami tidak ingin ada perang dagang, tapi kami tidak takut terhadap perang dagang," seperti dikutip dari pernyataan pemerintah yang dilansir dari XinhuaJumat, 6 April 2018.

    Baca: Perang Dagang, Trump Kenakan Cina Tarif Impor Tambahan USD 100 M

    Pada sehari sebelumnya waktu setempat, Trump mengumumkan niatnya untuk menerapkan tarif impor baru untuk produk-produk China dengan nilai mencapai US$ 100 miliar. "Terkait aksi balasan China yang tidak adil, saya sudah menginstruksikan US Trade Representative (USTR/Departemen Perdagangan AS) untuk mempertimbangkan apakah pengenaan tarif impor tambahan senilai US$100 miliar mungkin dilakukan menurut Pasal 301 dan, jika iya, untuk mengidentifikasi produk-produk yang bisa dikenakan," katanya.

    Pernyataan itu berlawanan dengan yang disampaikan oleh penasihat ekonomi utama Trump, Larry Kudlow, sebelumnya. Dalam sebuah wawancara kepada media, Kudlow mengungkapkan berbagai kebijakan tarif impor yang telah diumumkan Presiden AS hanya merupakan taktik bernegosiasi dengan mitra dagang dan mungkin tidak akan pernah dijalankan. Kudlow dan beberapa pejabat Pemerintah AS lainnya telah berusaha meredam kemungkinan terjadinya perang tarif di tengah aksi balas membalas antara Trump dan pemerintahan Xi Jinping.

    Aksi balas membalas tarif impor ini dimulai pada Maret 2018, ketika Trump mengumumkan pengenaan tarif impor untuk produk baja dan aluminium termasuk yang berasal dari Cina. Masing-masing dikenakan tarif sebesar 25 persen dan 10 persen. Cina kemudian membalas dengan menjatuhkan tarif untuk impor daging babi, buah, kacang-kacangan, dan wine tertentu yang berasal dari AS.

    Pada Selasa lalu waktu setempat, Trump kembali menandatangani tarif impor atas 1.300 produk dari Cina. Tarif impor sebesar 25 persen diajukan atas sejumlah produk teknologi industri, transportasi, dan medis, dengan nilai mencapai US$ 50 miliar.

    Dalam kaitan perang dagang ini, Trump sebelumnya sudah beberapa kali menuding Cina mencuri kekayaan intelektual perusahaan-perusahaan AS. Cina kembali membalas dengan mengenakan tarif impor tambahan bagi 106 produk dari AS, di antaranya untuk kedelai, mobil, bahan kimia, pesawat terbang, dan jagung.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.