Soal Pelayanan Garuda Indonesia, Ini Kata Menhub Budi Karya

Reporter:
Editor:

Martha Warta

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat menyampaikan keterangan pers soal evaluasi pemberlakukan sistem ganjil-genap di gerbang tol Bekasi Barat dan Bekasi Timur di posko Green Line Mega City, Bekasi Barat, 18 Maret 2018. TEMPO/Adam Prireza

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat menyampaikan keterangan pers soal evaluasi pemberlakukan sistem ganjil-genap di gerbang tol Bekasi Barat dan Bekasi Timur di posko Green Line Mega City, Bekasi Barat, 18 Maret 2018. TEMPO/Adam Prireza

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berharap PT Garuda Indonesia semakin meningkatkan pelayanan kepada konsumen. "Garuda ini punya prestasi baik di tingkat internasional juga. Semoga ke depannya semakin meningkatkan keselamatan dan pelayanan," ujar Budi di Jakarta Convention Center (JCC) pada Jumat, 6 April 2018. Budi Karya hadir di acara pembukaan Garuda Travel Fair 2018 di JCC.

    Baca:David Tobing: Garuda Mestinya Mengakui Saja Ada Kelalaian

    Seperti diketahui, PT Garuda Indonesia tengah digugat oleh seorang pengacara bernama David Tobing terkait pelayanan penerbangan Garuda Indonesia. David menggugat Garuda dengan tuntutan melakukan perbuatan melawan hukum karena dirinya dirugikan, tidak diberi kompensasi makanan kecil atas keterlambatan keberangkatan penerbangan (flight delayed) selama 70 menit. Gugatan itu diajukan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Selasa, 3 April.

    David menunjuk dasar hukum gugatannya,  Peraturan Menteri Perhubungan Indonesia No. 89 Tahun 2015 tentang Penanganan Keterlambatan Penerbangan (Delay Management) Badan Usaha Angkutan Udara Niaga Berjadwal di Indonesia. Mengacu aturan itu, menurut David, mestinya ia mendapat kompensasi makanan ringan karena pesawat Garuda yang ia tumpangi mengalami keterlambatan lebih dari 60 menit. 

    Terkait hal tersebut, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Agus Santoso mengatakan, peraturan tersebut memang diterbitkan manakala keterlambatan penerbangan terjadi karena kurangnya pelayan akibat ketidaksempurnaan manajemen. Namun, lanjutnya, seiring perkembangan waktu, berbagai keterlambatan terjadi karena bermacam masalah. Salah satunya akibat cuaca.

    "Jadi kita akan menyempurnakan aturan terkait hal ini. Kalau kondisi alam kan manusia tidak bisa menolaknya," ujarnya di lokasi yang sama.

    Baca berita lainnya tentang Garuda Indonesia di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.