Perbaikan Plafon BEI Rampung, Aktivitas Karyawan Berjalan Normal

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kondisi plafon di Tower 1 Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) yang sudah diperbaiki, Jakarta, 6 April 2018. Tempo/Adam Prireza

    Kondisi plafon di Tower 1 Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) yang sudah diperbaiki, Jakarta, 6 April 2018. Tempo/Adam Prireza

    TEMPO.CO, Jakarta - Para karyawan dan pengunjung Bursa Efek Indonesia atau BEI beraktivitas seperti biasa hari ini, Jumat, 6 April 2018, meski malam sebelumnya plafon di salah satu area Tower 1 roboh. Salah satu penjaga toko menuturkan petugas gedung bergegas menutup area tersebut sesaat setelah plafon tersebut roboh.

    "Itu plafon yang roboh. Langsung ditutup sama petugas gedung," ujar salah satu penjaga toko di lokasi kepada Tempo sembari menunjukkan langit-langit gedung BEI yang dimaksud, Jakarta, Jumat, 6 April 2018.

    Baca: BEI Akan Luncurkan Indeks Saham BUMN Bulan Depan

    Sebelumnya, pada Kamis kemarin, sekitar pukul 20.00, plafon di Tower 1 gedung BEI, tepatnya di depan toko Podjok Halal yang berada di lantai GF, ambruk. Dari video yang tersebar viral di sejumlah media sosial, terlihat air bercucuran dari bekas plafon yang ambruk tersebut.

    Tempo menyambangi lokasi kejadian hari ini pukul 10.50. Langit-langit yang semalam ambruk sudah kembali rapi. Hanya terlihat beberapa tambalan di beberapa sisi. Beberapa orang pun sesekali melihat ke atas sembari menunjuk ketika melintasi area tersebut.

    Kepala Divisi Operasional dan Teknologi Informasi BEI Abdul Munim mengatakan robohnya plafon itu tidak menyebabkan gangguan pada sistem perdagangan Jakarta Automated Trading System Next Generation (JATS Next G).

    Abdul menambahkan, kerusakan sebagian plafon itu juga letaknya jauh dari server network yang dimiliki Bursa. Karena itu, dia menjamin aktivitas Bursa tidak terganggu. "Sejauh ini tidak ada apa-apa, sudah diperiksa semua," ucapnya.

    Direktur Utama BEI Tito Sulistio mengatakan pihaknya akan menemui pengelola gedung BEI untuk menjamin tidak ada aliran air yang masuk ke ruang komputer bursa. "Dari yang saya lihat, memang tidak ada saluran air di ruang komputer, tapi ada satu toilet, saya perintahkan itu tidak boleh dipakai sampai pengelola gedung bilang aman semua," katanya seperti dikutip dari Antara.

    Sebelumnya, pada pertengahan Januari lalu juga terjadi insiden di gedung BEI. Ratusan orang dievakuasi dari gedung setelah selasar di bagian dalam gedung saat itu runtuh. Bagian selasar yang runtuh menyambungkan ruangan The Indonesia Capital Market Institute (TICMI) dengan lift gedung.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.