Mudik 2018, Polri: Beberapa Pintu Keluar Tol Ini Akan Macet

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah kendaraan bermotor berjalan merayap saat melintas di Tol Dalam Kota, Tembalang, Semarang, Jawa Tengah, 21 Juni 2017. PT Jasa Marga Semarang memprediksi kenaikan volume kendaraan selama musim mudik dan balik Lebaran 2017 ini sebesar 30 persen dari rata-rata 157.796 unit per hari menjadi 170.910 unit mobil per hari. ANTARA FOTO

    Sejumlah kendaraan bermotor berjalan merayap saat melintas di Tol Dalam Kota, Tembalang, Semarang, Jawa Tengah, 21 Juni 2017. PT Jasa Marga Semarang memprediksi kenaikan volume kendaraan selama musim mudik dan balik Lebaran 2017 ini sebesar 30 persen dari rata-rata 157.796 unit per hari menjadi 170.910 unit mobil per hari. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Brebes - Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Pol Royke Lumowa memperkirakan bakal ada sejumlah titik di jalur tol yang mengalami kepadatan pada arus mudik Lebaran tahun ini. Beberapa titik yang akan mengalami antrean kendaraan di antaranya di sekitar gerbang Tol Manyaran (Semarang) dan gerbang Tol Gandulan, Pemalang, Jawa Tengah. 

    Kemacetan tersebut kemungkinan besar akan terjadi karena tingginya minat para pemudik yang hendak menggunakan Tol Trans Jawa untuk pulang ke kampung halaman. "Akan terjadi penumpukan kendaraan, apalagi masyarakat mengetahui, wah tol Jakarta-Surabaya sudah tersambung," kata Irjen Royke di Brebes, Jawa Tengah, Jumat, 6 April 2018.

    Baca: Lebaran 2018, Damri Sediakan 11 Ribu Kursi Mudik Gratis

    Royke menjelaskan, Gerbang Tol Manyaran berpotensi macet karena menampung tingginya beban arus kendaraan dari Jakarta serta arus lokal. "Krapyak, Manyaran itu mendapat beban arus mudik dari Jakarta dan juga masih menerima beban arus lokal. Jadi bakal macet di sana," katanya.

    Sementara munculnya antrean kendaraan di Tol Gandulan diakibatkan karena adanya ruas tol baru yang sudah operasional. "Yang dulu macet di Kaligangsa akan bergeser ke Bandulan," ucapnya.

    Untuk mengurangi antrean di gerbang keluar Tol Gandulan, kata Royke, PT Waskita Karya sebagai pelaksana proyek melakukan antisipasi dengan menambah delapan pintu keluar sementara. "Di sana (Gandulan) ada 10 gate (pintu akses masuk/keluar), ditambah delapan gate jadi 18 gate."

    Mantan Kapolda Papua Barat ini mengingatkan agar tidak semua pemudik menggunakan Tol Trans Jawa karena tidak semua jalur telah beroperasi. "Memang sudah nyambung (antarpenggalan jalan tol), tapi tidak semuanya operasional," katanya.

    Royke mengatakan pada arus mudik Lebaran nanti, tol di Jawa Tengah yang beroperasi adalah Tol Pemalang - Pejagan. "Sebagian besar (Tol Pemalang - Pejagan) operasional. Ada sedikit titik yang (masih difungsikan sebagai jalur) fungsional," katanya.

    Sementara tol yang digunakan sebagai jalur fungsional adalah Tol Semarang - Batang, Tol Batang - Pemalang dan Tol Salatiga - Kartasura. Tol fungsional ini hanya memperbolehkan kendaraan golongan I untuk melintas.

    Sementara tol penghubung Jateng dan Jatim yakni Tol Solo - Sragen dan Tol Solo - Ngawi dipastikan beroperasi pada mudik Lebaran nanti. Untuk tol di Jawa Timur, yang akan difungsikan sebagai jalur fungsional adalah Tol Ngawi - Kertosono. Sementara tol yang sudah beroperasi adalah Tol Mojokerto - Jombang.

    Sejumlah tol yang disebut bakal siap digunakan untuk jalur mudik tersebut merupakan bagian dari tol Trans Jawa yang memiliki panjang 615 kilometer. Tol Trans Jawa membentang dari Cikampek (Jawa Barat) hingga ke Surabaya (Jawa Timur).

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.