Harga Emas di Pasar Spot Menguat 0,29 Persen

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mesin mengukir batangan emas murni 99,99 persen di pabrik logam mulia Krastvetmet, kota Krasnoyarsk, Siberia, Rusia, 22 September 2017. Pabrik ini merupakan salah satu produsen terbesar logam mulia terbesar di dunia. REUTERS/Ilya Naymushin

    Mesin mengukir batangan emas murni 99,99 persen di pabrik logam mulia Krastvetmet, kota Krasnoyarsk, Siberia, Rusia, 22 September 2017. Pabrik ini merupakan salah satu produsen terbesar logam mulia terbesar di dunia. REUTERS/Ilya Naymushin

    TEMPO.CO, Jakarta - Pergerakan harga emas Comex terpantau masih bergerak menguat pada perdagangan pagi hari ini, Jumat, 6 April 2018.

    Pagi tadi, harga emas Comex kontrak Juni 2018 dibuka dengan penguatan 0,29 persen atau 1,20 poin di level US$ 1.329,70 per troy ounce.

    Baca: Investasi Jangka Pendek, Valas atau Emas?

    Spot lanjut menguat pada  pukul 07.07 WIB senesar 6,30 ppin atau 0,43 persen ke level US$ 1.334,80 per troy ounce. Sepanjang pagi ini, harga emas bergerak pada kisaran US$ 1.329,60 - US$ 1.335,60 per troy ounce.

    Bila dibandingkan dengan perdagangan pada awal pekan yakni, Senin pekan lalu, 26 Maret 2018, harga emas Comex kontrak Juni berakhir turun 0,87 persen. Penurunan itu setara dengan 11,70 poin sehingga membuat harga emas berada di posisi US$ 1.328,50 per troy ounce.

    Sementara itu harga jual emas batangan ritel di Jakarta bergerak naik dalam perdagangan hari Selasa pekan lalu, 27 Maret 2018. Harga Emas yang dijual oleh PT Antam saat itu naik Rp 2.000 per gram menjadi berkisar Rp 619.122 - Rp 658.000.

    Adapun harga emas Rp 619.122 per gram untuk penjualan emas batangan berukuran 500 gram. Sedangkan untuk emas batangan berukuran 1 gram dijual di harga Rp 658.000. Sementara itu, harga buyback (beli kembali) Antam naik Rp 2.000 per gram di level Rp 589.000 per gram.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.