Ekonom Kuba Ingatkan Trump Soal Kebijakan Proteksionisme AS

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden AS Donald Trump memberikan salam perpisahan kepada mantan Direktur Komunikasi Gedung Putih Hope Hicks di luar Oval Office saat ia akan meninggalkan Gedung Putih untuk perjalanan ke Cleveland, Ohio, di Washington D.C., AS, 29 Maret 2018. REUTERS/Carlos Barria

    Presiden AS Donald Trump memberikan salam perpisahan kepada mantan Direktur Komunikasi Gedung Putih Hope Hicks di luar Oval Office saat ia akan meninggalkan Gedung Putih untuk perjalanan ke Cleveland, Ohio, di Washington D.C., AS, 29 Maret 2018. REUTERS/Carlos Barria

    TEMPO.CO, Jakarta -Kebijakan proteksionis Presiden AS Donald Trump tidak hanya memicu frustrasi di seluruh dunia, tetapi juga telah menempatkan Washington di ambang krisis ekonomi. Seorang ekonom Kuba terkenal Joaquin Infante mengatakan kebijakan ekonomi terbaru AS termasuk mengenakan tarif impor ke Tiongkok adalah konsep yang tidak menentu dan kontraproduktif.

    "Trump sedang mencoba menerapkan apa yang disebut economic spill policy yang berarti meningkatkan laba perusahaan di Amerika Serikat, pendapatan para miliarder dianggap akan menguntungkan orang-orang, tetapi sebenarnya itu tidak pernah terjadi," kata Infante.

    Dalam wawancara dengan Xinhua, pemenang hadiah ekonomi nasional Kuba itu mengatakan strategi Trump adalah untuk menghapus semua perjanjian komersial yang ditandatangani oleh Washington setelah Perang Dunia II, yang dapat menyebabkan perselisihan perdagangan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

    Pada saat yang sama, penghinaan terhadap organisasi multilateral seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (UN) dan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), menunjukkan kembalinya ke dekade ketika AS memamerkan supremasi ekonominya.

    Baca: Trump: Saya Mau Keluar dari Suriah

    "Di dunia di mana globalisasi tidak dapat diubah karena perkembangan teknologi dan di mana perdagangan multilateral berlaku, Trump melakukan hal yang sangat berlawanan dengan kebijakan yang akan membahayakan ekonomi Amerika," katanya.

    Washington pada Selasa, 3 April 2018 menerbitkan daftar usulan barang-barang Tiongkok yang dikenakan tarif tambahan 25 persen di tengah penentangan kuat dari Tiongkok dan kelompok bisnis di Amerika Serikat. Ini adalah tindakan proteksionis terbaru yang diambil oleh Amerika Serikat yang meningkatkan ketegangan perdagangan antara dua negara terbesar di dunia itu.

    Pada awal Maret, pemerintahan Trump mengumumkan bahwa Amerika Serikat akan memberlakukan 25 persen tarif untuk impor baja dan 10 persen untuk aluminium. "Dia memprovokasi perang perdagangan karena komunitas internasional akan merespon dengan cara yang sama," katanya.

    Untuk mempertahankan hak-haknya yang sah, Cina berencana membawa proteksionisme yang dilakukan AS ke WTO. Cina juga bersiap mengambil tindakan balasan pada produk-produk AS dengan kekuatan dan skala yang setara.

    Infante mengatakan perang perdagangan akhirnya akan mempengaruhi banyak negara di seluruh dunia, dengan Amerika Serikat juga dirugikan. Ancaman Trump terhadap Beijing, menurut ahli Kuba ini, adalah tanda arogansi dan kejanggalan politik.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.