Kominfo Blokir Puluhan Juta Nomor Akibat Telat Registrasi Ulang

Reporter:
Editor:

Martha Warta

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga memilih nomor kartu perdana di Bandung Elektronik Center (BEC), Bandung, 10 Februari 2018. Jika belum meregistrasi hingga 1 Mei 2018, maka pelanggan tidak bisa menggunakan layanan operator seluler seluruhnya. ANTARA

    Warga memilih nomor kartu perdana di Bandung Elektronik Center (BEC), Bandung, 10 Februari 2018. Jika belum meregistrasi hingga 1 Mei 2018, maka pelanggan tidak bisa menggunakan layanan operator seluler seluruhnya. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika mulai melakukan pemblokiran tahap II sejak April 2018. Kominfo telah memblokir puluhan juta pelanggan provider yang belum registrasi ulang kartu SIM-nya.

    Kepala Humas Kominfo, Noor Iza, mengatakan pihaknya telah memblokir total 83 juta nomor yang belum mendaftar ulang. “Pemblokiran berjalan sejak akhir minggu ketiga Maret,” kata Iza ketika dihubungi Tempo pada Rabu, 4 April 2018.

    Baca:43 Juta Pengguna Telkomsel yang Belum Registrasi Ulang Diblokir

    Kominfo memblokir sebanyak 43 juta nomor Telkomsel, 9 juta nomor XL, dan 13 juta nomor Hutchison 3 Indonesia (H3I). Sementara, untuk provider Sampoerna Telekomunikasi Indonesia, tidak ada nomor yang diblokir karena telah beralih ke mode pascabayar.

    Pemerintah telah menutup kesempatan pertama registrasi kartu prabayar pada 28 Februari 2018 lalu. Apabila registrasi tidak dilakukan, nomor seluler akan mengalami pemblokiran. Mulai 1 Maret 2018, pemilik nomor seluler yang belum melakukan registrasi ulang masih memiliki kesempatan sampai blokir total dilakukan. Per 1 Maret, Kemkominfo akan menutup akses telepon dan SMS ke luar.

    Lalu sebulan kemudian, yakni mulai 1 April 2018, operator akan menutup akses telepon dan SMS masuk. Kendati demikian, pemilik nomor masih bisa melakukan kegiatan dengan layanan data. Pemilik nomor pun bisa menggunakan lagi nomornya secara normal bila melakukan registrasi ulang sebelum 1 Mei. Pasalnya, pada 1 Mei akan dilakukan pemblokiran total dengan menutup akses terakhir, yakni pelayanan data.

    Bedasarkan data hasil rekonsiliasi per 12 Maret, jumlah kartu SIM prabayar yang terdaftar berkurang 26 juta nomor. Per 12 Maret, data nomor seluler prabayar yang berhasil melakukan Registrasi Ulang tercatat sebanyak 311 juta nomor atau tepatnya 311.303.429 nomor di Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Kendati demikian, setelah dilakukan pencocokan data, jumlahnya tereduksi 26.340.492 menjadi 284.962.937 atau selisihnya sebesar 8,5 persen. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.