Kamis, 15 November 2018

KAI Survei Pengaktifan Kembali Jalur Kereta Purwokerto-Wonosobo

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jalur rel kereta api di Kemijen, Semarang Timur yang dahulu berdiri Stasiun Kemijen dan bangunan gudang. Usai stasiun berhenti beroperasi kawasan ini berubah menjadi kawasan prostitusi, 5 September 2017. TEMPO/Budi Purwanto

    Jalur rel kereta api di Kemijen, Semarang Timur yang dahulu berdiri Stasiun Kemijen dan bangunan gudang. Usai stasiun berhenti beroperasi kawasan ini berubah menjadi kawasan prostitusi, 5 September 2017. TEMPO/Budi Purwanto

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan PT KAI Daerah Operasi (Daop) 5 Purwokerto telah melakukan survei bersama prareaktivasi atau pengaktifan kembali jalur rel kereta (KA) api Purwokerto-Wonosobo.

    "Survei prareaktivasi yang dilaksanakan 27-29 Maret itu merupakan bagian dari studi kelayakan bisnis PT KAI," kata Manajer Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto Ixfan Hendriwintoko di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis, 5 Maret 2018.

    Baca juga: Bangun Jalur Kereta Solo-Jogja, Menhub Siapkan Dana Rp 1 Triliun

    Ia mengatakan sebelum melaksanakan survei prareaktivasi, tim yang terdiri dari perwakilan manajemen Kantor Pusat PT KAI Persero dan PT KAI Daop 5 Purwokerto terlebih dulu mengumpulkan data pendukung untuk pembuatan pra studi kelayakan.

    Data pendukung yang dikumpulkan terdiri atas data teknis, data aset, dan data potensi angkutan berupa daerah bangkitan dan tarikan di wilayah rencana.

    Survei dilakukan dengan mendatangi beberapa lokasi, seperti Stasiun Purwokerto, eks Stasiun Sokaraja, eks Stasiun Banjarsari, eks Stasiun Purbalingga dan lintas Singomerto-Wonosobo.

    Baca juga: Jumlah Pengguna Naik, KAI Semarang Tambah Kereta

    Tim survei juga mendatangi Desa Wirasaba, Kecamatan Bukateja, Purbalingga, terkait dengan adanya rencana pembangunan Kereta Bandara Jenderal Besar Soedirman.

    Informasi yang dihimpun, operasional jalur KA Purwokerto-Wonosobo dihentikan sejak tahun 1978 karena dinilai kalah bersaing dengan moda transportasi lain.

    Jalur tersebut terakhir kali dilintasi kereta api pada pengujung tahun 1986, yakni kereta barang yang berhenti di Stasiun Mantrianom atau sekitar delapan kilometer sebelah barat pusat kota Banjarnegara.

    Kereta barang tersebut mengangkut peti kemas yang berisi komponen elektrik dari Prancis untuk keperluan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Panglima Besar Soedirman di Mrica, Banjarnegara.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Horor Pembunuhan Satu Keluarga Di Bekasi

    Satu keluarga dibunuh di Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, pada Selasa, 12 November 2018.