Tumpahan Minyak Pertamina di Balikpapan, Polisi Cari Pelakunya

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang petugas kepolisian menuangkan minyak ke ember saat membersihkan Pantai Banua Patra dari minyak yang memenuhi pesisir pantai di Balikpapan, 2 April 2018. Pasca-kebakaran pipa minyak bawah air Balikpapan-Penajam Paser Utara di Teluk Balikpapan yang terjadi pada Sabtu (31/3), pesisir pantai dan pemukiman di pinggir laut Kota Balikpapan tercemar tumpahan minyak. ANTARA/Sheravim

    Seorang petugas kepolisian menuangkan minyak ke ember saat membersihkan Pantai Banua Patra dari minyak yang memenuhi pesisir pantai di Balikpapan, 2 April 2018. Pasca-kebakaran pipa minyak bawah air Balikpapan-Penajam Paser Utara di Teluk Balikpapan yang terjadi pada Sabtu (31/3), pesisir pantai dan pemukiman di pinggir laut Kota Balikpapan tercemar tumpahan minyak. ANTARA/Sheravim

    TEMPO.CO, Balikpapan - Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kalimantan Timur Komisaris Besar Yustan Alpiani memastikan sumber limbah minyak mentah di tengah Teluk Balikpapan berasal dari salah satu pipa minyak asal kilang Pertamina yang putus. “Ada pipa Pertamina dalam perairan Teluk Balikpapan yang putus dan terseret,” kata Yustan dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu, 4 April 2018.

    Polisi mendatangkan tim Pusat Laboratorium Forensik Surabaya untuk memeriksa sampel genangan minyak yang ditemukan di Teluk Balikpapan. Saat bersamaan, penyidik memeriksa saksi-saksi yang mengetahui adanya genangan minyak mentah, yang mulai tampak sejak Sabtu, 31 Maret 2018, pukul 03.00 Wita.

    “Keterangan saksi-saksi menyebutkan penampakan limbah cair di tempat kejadian perkara,” ujar Yustan.

    Penyelam Pertamina mengecek kerusakan pipa bawah air di kedalaman 27 meter di Teluk Balikpapan. Faktanya, ada kerusakan jaringan pipa minyak mentah atas sebab yang belum diketahui. “Polisi masih menyelidiki penyebab kerusakan pipa ini dengan memeriksa saksi-saksi yang ada,” ucap Yustan.

    Polisi menetapkan kasus ini dalam status penyidikan sesuai dengan ketentuan Undang-Undang tentang Perlindungan Lingkungan. Fokus utama polisi, kata Yustan, adalah mencari pihak yang paling bertanggung jawab sehubungan dengan putusnya jaringan pipa minyak mentah Pertamina.
    “Sedang dalam proses pemeriksaan, belum ada tersangka yang bertanggung jawab,” tuturnya.

    Baca: Eks Dirut Pertamina Karen Agustiawan Jadi Tersangka Kasus Korupsi

    Pertamina akhirnya mengakui sumber tumpahan minyak berasal dari kilang penampungan minyak mentah Lawe-lawe. Sebelumnya, General Manager Pertamina Kalimantan Togar M.P. menyatakan sumber limbah adalah marine fuel oil atau bahan bakar kapal. Sedangkan Kilang Balikpapan tidak memproduksi bahan bakar minyak jenis ini.

    Saat ini, Pertamina sudah menghentikan sementara proses pengiriman minyak mentah dengan jalur bawah laut. Mereka memaksimalkan kapasitas cadangan dan pasokan kapal tanker guna diolah dalam kilang berkapasitas 260 ribu barrel per hari.

    Tumpahan minyak mentah Pertamina diduga memicu kebakaran besar di perairan Teluk Balikpapan selama 45 menit. Badan Search and Rescue (SAR) Balikpapan menemukan jasad lima korban di lokasi kejadian, yakni Agus Salim, Suyono, Sutoyo, Imam, dan Wahyu Gusti Anggoro. Dugaan sementara, para korban tersebut tercekik pekatnya asap kebakaran minyak mentah yang berlangsung hampir sejam ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.