Penumpang Stasiun Duri Membludak, Ini Kata KCI

Reporter:
Editor:

Martha Warta

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penumpukan penumpang di Stasiun Duri, Jakarta. Youtube.com

    Penumpukan penumpang di Stasiun Duri, Jakarta. Youtube.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Penumpang kereta rel listrik (KRL) commuter line Stasiun Duri – Tangerang membludak belakangan ini. Vice President Corporate Communication PT KCI, Eva Chairunisa, mengatakan hal itu disebabkan oleh perbedaan waktu keberangkatan sejak adanya pembagian jalur dengan Kereta Api (KA) Bandara. Akibatnya, penumpang harus menunggu lebih lama dibanding sebelumnya.

    Baca: Renovasi Stasiun Duri Dikebut Menjelang Uji Coba Kereta Bandara

    "Ya memang untuk lintas Duri - Tangerang ada penyesuaian jadwal dengan Kereta Api Bandara sesuai Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2017 yang mengatur seluruh perjalanan,” kata Eva ketika dihubungi Tempo pada Rabu, 4 April 2018. Menurut Eva, sebelumnya kereta berangkat setiap 15 menit sekali. Namun, usai KA Bandara beroperasi, kereta baru berangkat setiap 30 menit sekali. Hal itu disebabkan KRL dan KA Bandara harus berbagi jalur.

    Untuk mengatasinya, Eva mengatakan, pihaknya telah menambahkan formasi KRL menjadi 12 rangkaian dari yang sebelumnya berjumlah 8 rangkaian. Penambahan itu dilakukan sejak 29 Maret 2018 lalu. Meski begitu, terdapat pengurangan jumlah keberangkatan kereta dari 90 menjadi 80 keberangkatan.

    Saat ini, KRL lintas Duri - Tangerang dan sebaliknya harus berbagi jalur dengan KA Bandara di peron 4 dan 5. Padahal, sebelumnya peron 5 Stasiun Duri hanya melayani KA Bandara. Sementara, kereta lintas Duri - Tangerang menggunakan peron 3 dan 4.

    Baca berita lainnya tentang Stasiun Duri di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.