Utang Pengerjaan Bandara Kertajati 600 M, Menhub: Pasti Terbayar

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat dijumpai di Hotel Bidakara Jakarta, Rabu, 14 Maret 2018. Tempo/M Yusuf Manurung

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat dijumpai di Hotel Bidakara Jakarta, Rabu, 14 Maret 2018. Tempo/M Yusuf Manurung

    TEMPO.CO, Jakarta - Utang pengerjaan terminal Bandara Kertajati yang digarap konsorsium PT Wijaya Karya Tbk. dan PT PP Properti Tbk. (WIKA-PP) mencapai Rp 600 miliar. Dari kontrak dengan WIKA-PP berjumlah Rp 1,3 triliun itu, yang baru dibayarkan kepada kontraktor sejumlah Rp 700 miliar.

    Namun, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meyakini utang-utang tersebut akan terbayarkan seusai dengan kontrak yang telah disepakati. "Saya kira BUMN dan PT SMI yang satu perusahaan di bawah Kementerian Keuangan, sangat bonafid menjamin pendanaan proyek-proyek ini. Bahwa uangnya pasti ada dan semua akan terbayarkan," kata Budi saat ditemui di Bandara Kertajati, Majalengka, Jawa Barat, Rabu, 4 April 2018.

    Baca: Akses Jalan Non-tol ke Bandara Kertajati Banyak Berlubang

    Seperti diketahui, PT SMI merupakan financial advisor yang mencarikan skema pendanaan untuk proyek Bandara Kertajati.

    Direktur Utama PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (BIJB) Virda Dimas Ekaputra menjelaskan, sisa kekurangan pembayaran 600 miliar itu, akan dialokasikan dalam bentuk equity. "Jadi ini hanya masalah timeline saja, memang ada yang tertunda sedikit," ujar Virda saat ditemui Tempo di lokasi yang sama.

    Virda pun menjamin bahwa keterlambatan pembayaran pekerjaan kontraktor proyek bandara tersebut tidak akan mengganggu pengerjaan sisi darat Bandara Kertajati yang saat ini sudah mencapai 92 persen. "Jadi keterlambatan itu hanya masalah administratif. Ada laporan keuangan yang tertunda, jadi terlambat," ujarnya.

    Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan, keterlambatan bayar terjadi karena proses negosiasi yang belum tuntas terkait penyertaan reksa dana penyertaan terbatas (RDPT) dan masuknya PT Angkasa Pura II sebagai pemegang saham PT BIJB. Akibatnya, PT BIJB belum bisa membayar kontraktor konsorsium PT PP-WIKA yang membangun terminal Bandara Kertajati.

    Adapun rincian valuasi nilai saham proyek ini, 62 persen dari pemerintah daerah. Sementara 38 persen sisanya dari AP II dan RDPT. "Equity yang 38 persen sudah terpenuhi semua," ujar Virda.

    Bandara Kertajati merupakan bandara yang terletak di Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Bandara ini dikerjakan sejak 2013, untuk diproyeksikan selesai pada 2018 dan dapat digunakan untuk mudik dan pemberangkatan haji pada Juni 2018.  Bandara Kertajati direncanakan akan selesai pada awal Mei, dan selanjutnya soft opening Bandara Kertajati akan dilakukan pada pekan ketiga Mei.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.