Lawan Hoax, Polda Jawa Barat Gandeng Perbankan

Reporter:
Editor:

Martha Warta

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anti-hoax

    Ilustrasi anti-hoax

    TEMPO.CO, Bandung -Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat Inspektur Jenderal Agung Budi Maryoto mengatakan sengaja mengajak komunitas perbankan untuk melawan penyebaran hoax. “Saya imbau pada komunitas perbankan ini untuk sama-sama deklarasi anti hoax dan membantu kepolisian apabila menemukan konten yang berkaitan dengan perbankan yang belum tentu benar,” kata dia di gedung Bank Indonesia Perwakilan Jawa Barat di Bandung, Rabu, 4 April 2018.

    Menurut Agung, pada 2018 ini saja yang bersamaan dengan pelaksanaan pilkada serentak di Jawa Barat, Polda sudah menangani 21 kasus informasi viral yang sebagian besar tidak benar. “Kami menggunakan teknologi siber, semua bisa terungkap. Dari 21 informasi yang kita temukan itu hanya 2 yang benar. Dua kasus itu dalam proses hukum, satu sudah sampai di kejaksaan. Yang 19 lagi semuanya bohong. Ada 13 orang yang kita temukan penyebarnya,” kata dia.

    Baca: Kabar Rencana Pembubaran Konferensi Pers Sukmawati Soekarnoputri Hoax

    Agung mengatakan, perbankan menjadi salah satu lembaga yang berpotensi menjadi korban sebaran hoax yang kerap ditemukan di media sosial. Apalagi bisnis perbankan mengandalkan kepercayaan masyarakat. Sejumlah alasan ini yang membuat Polda Jawa Barat menggandeng perbankan melawan hoax.

    “Sehingga kami bisa langsung melakukan langkah-langkah penyelidikan sampai penyidikan apabila ada konten yang melanggar pasal-pasal yang diatur dalam Undang-Undang ITE,” kata dia.

    Agung mengatakan, deklarasi anti hoax itu sudah dilakukan sebelumnya dengan sejumlah komunitas. “Bukan hanya dengan perbankan. Tapi semua, dengan komunitas masyarakat,” kata dia.

    Polda Jawa Barat menggandeng Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Jawa Barat serta Asbisindo untuk meminta komitmenya bersama-sama melawan hoax. Deklarasi bersama anti hoax yang dibacakan tersebut berisi, diantaranya, menolak berita bohong yang menimbulkan kebencian berlatar SARA (suku, agama, ras, antar golongan), tidak menyebarkan hoax dan fitnah, mendukung Polri menindak tegas pelaku penyebar hoaks, serta menggunakan media sosial dengan bijak, santun, dan cerdas.

    Sekretaris Jenderal, Badan Musyawarah Perbankan Daerah Jawa Barat Ismet Inono mengatakan, lewat deklarasi tersebut, perbankan diminta berpartisipasi dengan memberikan respon cepat atas informasi yang tidak benar. “Antisipasi bersama dengan respon cepat, juga menanggapi keluhan dari yang viral-viral itu. Jangan didiamkan, harus langsung di respon,” kata dia, Rabu, 4 April 2018.

    Baca berita tentang hoax lainnya di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?