Menhub Rencanakan Tujuh Penerbangan Haji Pertama di Bandara Kertajati

Reporter:
Editor:

Martha Warta

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivitas pengerjaan proyek pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kertajati, Majalengka, Jawa Barat, 2 April 2018. Tempo/Tony Hartawan

    Aktivitas pengerjaan proyek pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kertajati, Majalengka, Jawa Barat, 2 April 2018. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi merencanakan ada tujuh penerbangan haji pertama yang akan berangkat dari Bandara Kertajati di Majalengka, Jawa Barat pada Juli 2018 mendatang.

    "Akan ada 7 flight, minimal mencakup dua kabupaten di Jawa Barat, yakni Majalengka dan Sumedang," ujar Budi saat meninjau langsung Bandara Kertajati di Majalengka, Jawa Barat pada Rabu, 4 April 2018.

    Baca:Sebagian Penerbangan Dialihkan ke Bandara Kertajati, Ini Aksesnya

    Hal tersebut, lanjut Budi, sebagai apresiasi kepada masyarakat Majalengka yang telah mendedikasikan 500 Hektare tanahnya untuk pembangunan Bandara Kertajati.

    Untuk merealisasikan rencana tersebut, Budi mengatakan telah berkoordinasi dengan Garuda Indonesia Airlines. "Mudah-mudahan terealisasi, nanti akan diberangkatkan dengan Airbus 330 dari Kertajati," ujarnya.

    Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Agus Santoso juga memastikan Bandara Kertajati di Majalengka menjadi bisa melayani pemberangkatan haji pada Juli tahun ini. Meski, perpanjangan landasan pacu yang dipersiapkan hingga 3.200 meter, baru akan selesai pada akhir tahun.

    "Saat ini panjang landasan pacu Bandara Kertajati baru 2.750 meter. Tapi sudah bisa digunakan untuk haji Juli 2018 dengan menggunakan pesawat Airbus A330," ujar Agus saat ditemui Tempo di lokasi yang sama.

    Agus menjelaskan, ada dua jenis pesawat yang biasa digunakan untuk pemberangkatan haji jamaah dari Indonesia, yakni Airbus A330 dan Boeing 777. Untuk Airbus A330, landasan pacu atau runway sepanjang 2500 meter sudah cukup untuk pesawat penerbangan haji.

    Sementara untuk pesawat terbang berbadan lebar seperti Boeing 777, memang membutuhkan runway 3.000 x 60 meter. "Jadi yang mau berangkat haji dari Bandara Kertajati tahun ini, harus menggunakan A330," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.