Harga Batu Bara Dipatok, Pengusaha Kehilangan Pendapatan Triliunan Rupiah

Reporter:
Editor:

Martha Warta

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kaltim Prima Coal (KPC). TEMPO/IGG Maha Adi

    Kaltim Prima Coal (KPC). TEMPO/IGG Maha Adi

    TEMPO.CO, Jakarta-Para pengusaha batu bara mengaku berpotensi kehilangan pendapatan hingga triliunan rupiah akibat penetapan harga batu bara untuk kelistrikan senilai maksimal USD 70 per Metrik Ton (MT). Penetapan harga batu bara itu sesuai Keputusan Menteri (Kepmen) Energi Sumber Daya Mineral Nomor 1395K/30/MEM/2018 yang berlaku sejak 12 Maret 2018 lalu.

    Salah satu perusahaan yang berpotensi terdampak akibat penetapan harga itu adalah PT Kaltim Prima Coal. “Sekarang yang terjadi kami kehilangan potensi revenue sekitar Rp 2,5 triliun,” kata Direktur PT Kaltim Prima Coal, Eddie J Soebari, usai Rapat Dengar Pendapat Umum dengan Komisi VII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan pada Selasa, 3 April 2018.

    Baca: Laba PLN Merosot 45 Persen karena Kenaikan Harga Batu Bara

    Kerugian yang sama diprediksi akan dialami oleh PT Arutmin Indonesia. Direktur Utama PT Arutmin Indonesia, Ido Hutabarat, mengaku perusahaannya merugi hingga miliaran tahun ini akibat penetapan harga batubara tersebut.

    “Di tahun 2018 ini penurunan pendapatan kami sekitar USD 67,8 juta atau sekitar Rp 920 miliar sejak peraturan ini diberlakukan 12 Maret lalu,” kata Ido.

    Menurut Ido, potensi kehilangan pendapatan itu berasal dari batubara yang akan dijual ke PLN sebanyak 7,4 juta ton tahun ini. Jumlah itu untuk memenuhi kuota 25 persen alokasi domestik yang ditetapkan pemerintah.

    Meski begitu, baik Ido maupun Arutmin mengaku sepakat atas oenetapan harga Batu Bara tersebut. “Kami sepakat, kami dukung,” kata Arutmin.

    Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menetapkan harga Batu Bara untuk listrik nasional senilai US$ 70 per ton. Aturan mengenai harga batu bara tersebut menindaklanjuti Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 8 Tahun 2018  tentang Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara yang telah diteken Presiden Joko Widodo.

    Menteri ESDM Ignasius Jonan menegaskan penetapan harga jual batu bara untuk PLTU tersebut untuk menjaga tarif tenaga listrik. “Demi melindungi daya beli masyarakat dan industri yang kompetitif,” ucap Jonan.

    ZARA AMELIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Studi Ungkap Kecepatan Penyebaran Virus Corona Baru Bernama B117

    Varian baru virus corona B117 diketahui 43-90 persen lebih menular daripada varian awal virus corona penyebab Covid-19.