Garuda Indonesia Digugat Pengacara karena Makanan Ringan

Reporter:
Editor:

Martha Warta

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat Garuda Indonesia Boeing 737 Max 8

    Pesawat Garuda Indonesia Boeing 737 Max 8

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Garuda Indonesia Tbk digugat pengacara David Tobing ke Pengadilan Niaga Jakarta Pusat. Penasihat hukum sekaligus Ketua Komunitas Konsumen Indonesia (KKI) tersebut mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum terhadap perusahaan berkode emiten GIAA ini. Gugatan ini terdaftar dengan nomor 198/Pdt.G/2018/PN.Jkt.Pst per 3 April 2018.

    Komisioner Badan Perlindungan Konsumen Nasional itu merasa dirugikan karena tidak diberikan kompensasi berupa makanan ringan atas keterlambatan keberangkatan penerbangan selama 70 menit. "Saya meminta hakim untuk menyatakan Garuda telah melakukan perbuatan melawan hukum dan menghukum Garuda untuk memberikan makanan ringan," katanya, Selasa, 3 April 2018.

    Baca: Garuda Travel Fair, Nasabah Bank Mandiri Dapat Fasilitas Ini

    Gugatan ini mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 89 Tahun 2015 tentang Penanganan Keterlambatan Penerbangan (Delay Management) pada Badan Usaha Angkutan Udara Niaga Berjadwal di Indonesia.

    Atas aturan tersebut, dia menilai harus mendapatkan kompensasi berupa makanan ringan. Pasalnya, pesawat yang ditumpanginya terlambat terbang selama lebih dari 60 menit. David menyayangkan sikap Garuda Indonesia yang mengabaikan kewajibannya serta hak-hak penumpang.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?