Prabowo Sebut Neoliberalisme, Jusuf Kalla: Sudah Tak Relevan

Reporter:
Editor:

Martha Warta

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla mengikuti jalan santai bersama Ikatan Keluarga Alumni Universitas Hasanuddin di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, 31 Maret 2018. TEMPO/Ahmad Faiz

    Wakil Presiden Jusuf Kalla mengikuti jalan santai bersama Ikatan Keluarga Alumni Universitas Hasanuddin di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, 31 Maret 2018. TEMPO/Ahmad Faiz

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai pernyataan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengenai elite Jakarta yang menerapkan sistem ekonomi neoliberalisme, sudah tak relevan. "Ekonomi kita terbuka, ya kan. Tapi tidak seliberal Amerika. Malah Amerika sekarang proteksionis. Jadi, kurang relevan lagi berbicara tentang ekonomi liberal atau tidak liberal," kata JK di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa, 3 April 2018.

    Menurut JK, sistem ekonomi yang diterapkan di Indonesia memang bebas tapi tidak sebebas-bebasnya. Sebab, kata dia, pemerintah selalu berusaha menjaga kepentingan nasional. Bahkan, JK menuturkan, Amerika Serikat yang dikenal kapitalis saja sudah mulai proteksionis. "Jadi bagi kita semua ekonomi itu bagaimana menjaga kepentingan nasional," ujarnya.

    Baca: Wagub DKI Sandiaga Uno Jelaskan Kampanye Prabowo di Pilpres 2019

    Dalam safari politiknya di daerah Jawa Barat, Prabowo menyampaikan ketidaksukaannya pada elite politik sekarang, terutama elit Jakarta karena banyak yang menipu. Semua pernah terjadi karena mereka menerapkan paham neoliberalisme di Indonesia.

    Prabowo sendiri sempat mengaku tertarik pada paham ini, saat masa orde baru, ketika dia tergabung di Partai Golkar. Di masa itu, pemerintah menggunakan pendekatan trickle down effect atau teori menetes ke bawah yang diperkenalkan Albert Otto Hirschman, pencetus faham Neoliberalisme.

    "Ternyata faham itu bohong. Kesejahteraan nggak netes-netes ke bawah. Malah dibawa ke luar negeri oleh elite," ujar Prabowo.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.