Bank Indonesia: Inflasi Kaltim Maret Alami Menurun

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Inflasi Ramadan-Idul Fitri Terendah dalam Tiga Tahun

    Inflasi Ramadan-Idul Fitri Terendah dalam Tiga Tahun

    TEMPO.CO, Samarinda – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Timur merilis inflasi pada Maret 2018 sebesar 0,05 persen yang alami penurunan jika dibandingkan dengan inflasi Februari yang berada diangka 0,23 persen. Inflasi Kaltim secara tahunan turut mengalami penurunan, yakni dari sebesar 2,69 persendi bulan Februari 2018 menjadi 2,59 persen pada bulan ini.

    “Pencapaian inflasi bulanan Kaltim tercatat lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang berada di angka 0,20 persen pada bulan ini,” kata Kepala Kantor Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Timur, Muhammad Nur, melalui keterangan tertulis, Selasa, 3 April 2018.

    Muhammad Nur memaparkan, Inflasi Kaltim, berdasarkan kota pembentuknya pada Maret 2018, Kota Samarinda mengalami deflasi sebesar -0,12 persen dan Kota Balikpapan mengalami inflasi sebesar 0,27 persen. Tingkat inflasi Kota Samarinda tercatat mengalami penurunan yang cukup dalam setelah bulan Februari 2018, yakni pada angka 0,13 persen. Di lain sisi, tingkat inflasi di Kota Balikpapan mengalami kenaikan, dimana pada bulan Februari 2018 tercatat berada pada angka 0,11 persen.

    “Namun demikian, inflasi secara tahunan Kota Samarinda di bulan Maret 2018 masih lebih tinggi dibandingkan kota Balikpapan yakni masing-masing sebesar 2,85 persen  dan 2,24 persen,” kata Muhammad Nur.

    Simak: BPS: Kenaikan Tarif Ojek Online Tak Kerek Inflasi

    Lanjut Muhammad Nur, penurunan tingkat inflasi pada Maret 2018 didorong oleh turunnya harga pada kelompok bahan makanan sebesar -0,14 persen dan memiliki andil sebesar -0,02 persen, yakni komoditas ikan layang atau benggol dan ikan tongkol ambu. Namun demikian, penurunan tersebut dapat diredam dengan kenaikan harga yang terjadi pada kelompok lainnya, dengan kenaikan tertinggi berada pada kelompok kesehatan sebesar 0,34 persen dan memiliki andil sebesar 0,02 persen.

    “Sementara itu, komoditas daging ayam ras yang termasuk kelompok bahan makanan menjadi komoditas utama penyumbang inflasi Kaltim pada bulan ini, yakni dengan kenaikan harga sebesar 5,53 persen dan andil sebesar 0,07 persen,” kata dia.

    Kota Samarinda dan Balikpapan memiliki struktur komoditas penghimpun inflasi yang berbeda. Di Kota Samarinda, Bawang Merah dan Daging Ayam menjadi komoditas dengan andil inflasi tertinggi dengan kenaikan masing-masing sebesar 8,24 persen dan 2,91 persen.

    Namun kenaikan tersebut mampu diredam oleh penurunan yang cukup dalam pada komoditas ikan layang atau benggol dan ikan tongkol ambu yang mengalami penurunan masing masing sebesar -12,13 persen dan -5,48 persen pada bulan Maret. Sementara itu, di Kota Balikpapan peningkatan harga terjadi untuk komoditas daging ayam ras sebesar 9,51 persen dan sawi hijau sebesar 32,61 persen dengan andil masing masing sebesar 0,12 persen dan 0,06 persen pada bulan Maret.

    “Tingkat inflasi Kaltim pada bulan Maret 2018 relatif terkendali. Kondisi tersebut tidak lepas dari koordinasi Pemerintah Daerah bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), serta Bank Indonesia. Berbagai upaya dilakukan untuk menjaga pergerakan inflasi berada di rentang target 3,5 kurang atau lebih 1 persen. Salah satunya adalah dengan Rapat Koordinasi Wilayah TPID yang melibatkan seluruh TPID tingkat provinsi dan seluruh kabupaten atau kota,” pungkas Muhammad Nur.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.