Pesanan Go-Food Milik Go-Jek Didominasi Martabak dan Ayam Geprek

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ikon jumbo GO-FOOD di pintu masuk area GO-FOOD Festival, Jakarta, 9 Januari 2017. Tempo/Anastasia Davies

    Ikon jumbo GO-FOOD di pintu masuk area GO-FOOD Festival, Jakarta, 9 Januari 2017. Tempo/Anastasia Davies

    TEMPO.CO, Jakarta - Layanan antar makanan dan minuman berbasis aplikasi milik Go-Jek, Go-Food, mencatat menu martabak dan ayam geprek masih mendominasi pesanan konsumen terbanyak hingga saat ini.

    "Pada 2017 kami antarkan 3 juta martabak ke konsumen, sementara ayam geprek yang kita antar sudah mencapai 2 juta pemesan," kata Marketing Manager Go-Food Marsela Renata, Selasa, 3 April 2018, saat menghadiri Go-Food Festival 2018 di Grand Galaxy Park Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jawa Barat.

    Baca juga: Menhub Wajibkan Grab dan Go-Jek Menjadi Perusahaan Transportasi

    Menurut dia, menu makanan tersebut berasal dari sejumlah merchant yang kini bergabung di Go-Food sebagai sarana pemasaran produk ke 50 kota di Indonesia.

    Sejak Go-Food dibentuk pada 2015, kata Marsela, awalnya hanya ada sekitar 10 ribu merchant. Namun, kini berkembang mencapai 150 ribu merchant dengan beragam varian menu makanan dan minuman.

    "Go-Food Indonesia merupakan perusahaan jasa antar makanan dan minuman yang terbesar di Asia setelah Cina. Kita sudah memiliki 150 ribu merchant dari restoran terkenal sampai pengusaha startup," kata Marsela.

    Saat ini, lebih dari 70 persen merchant partner Go-Food milik Go-Jek merupakan pengusaha kuliner yang masuk kategori pengusaha kecil dan menengah.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    4 Fakta Kasus Suap Pajak, KPK Bidik Pejabat Dirjen Pajak dan Konsultan

    KPK menetapkan pejabat Direktorat Jenderal atau Dirjen Pajak Kementerian Keuangan sebagai tersangka dalam kasus suap pajak. Konsultan juga dibidik.