Rupiah Diprediksi Menguat karena Depresiasi Laju Dolar

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, nilai tukar rupiah yang terkoreksi terhadap dolar AS memberikan sentimen negatif bagi pasar saham domestik sehingga indeks BEI tertahan penguatannya. TEMPO/Tony Hartawan

    Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, nilai tukar rupiah yang terkoreksi terhadap dolar AS memberikan sentimen negatif bagi pasar saham domestik sehingga indeks BEI tertahan penguatannya. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Pergerakan rupiah diperkirakan kembali menguat setelah berakhir melemah 25 poin atau 0,18 persen di Rp 13,753 per USD pada penutupan kemarin, Senin, 2 April 2018.

    Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada mengatakan rupiah diproyeksikan menguat karena melihat masih terdepresiasinya laju USD serta minimnya sentimen negatif dalam negeri.

    "Rupiah diestimasikan akan bergerak dengan kisaran pada kisaran support 13,762 dan resisten 13,745," kata Reza dalam keterangan tertulis, Selasa, 3 April 2018.

    Simak: Gubernur BI Sebut Kebijakan Trump Soal Baja Pengaruhi Rupiah

    Menurut Reza tertahannya USD disebabkan pengumuman tarif dagang oleh Tiongkok terhadap sejumlah barang-barang impor dari AS. Para pelaku pasar kembali melepas USD sehingga memberikan ruang bagi pergerakan sejumlah mata uang lain.

    "Di sisi lain, adanya rilis kenaikan inflasi tampaknya tidak terlalu direspon negatif rupiah," katanya.

    Meski demikian, Reza mengimbau pelaku pasar tetap mencermati dan waspada terhadap sentimen yang dapat membuat laju rupiah kembali tertahan dan kembali melemah.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?